Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
Daerah

Suksesi Sail Tidore, Pemkot Tikep Diminta Seirama Dengan Kesultanan

18
×

Suksesi Sail Tidore, Pemkot Tikep Diminta Seirama Dengan Kesultanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net,Tidore. Meskipun belum adanya koordinasi intens yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dengan pihak Kesultanan Tidore, mengenai suksesi Sail Indonesia pada tahun 2021 yang berpusat di Tidore, namun pihak Kesultanan tetap menyambut baik kegiatan yang telah dilakukan oleh Pemerintah jelang 2021 mendatang.

Hanya saja, untuk mensuksesi kegiatan tersebut, perlu kiranya pemerintah daerah dan pihak kesultanan dapat duduk bersama guna mensinergikan konsep pelaksanaan Sail Tidore di tahun 2021, sehingga dengan begitu wacana yang dimunculkan ke hadapan publik bukan semata-mata merayakan kedatangan Ferdinan Maghelan, melainkan lebih kepada potensi Tidore yang mampu menarik bangsa Eropa berkunjung ke Tidore.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

“Sail Tidore ini tidak boleh kita konsentrasi penuh pada perjalanan 500 tahun perjalanan Maghelan dan Elcano ke Tidore, tetapi mengapa sehingga orang eropa datang di Tidore, agar bisa menjadi perhatian. untuk itu potensi-potensi Tidore ini yang harus lebih ditonjolkan bukan mereka yang dari Eropa,” ungkap Ismail Mahmud Hukum Yade atau Menteri Luar Negeri Kesultanan Tidore saat ditemui media ini usai melakukan FGD yang digelar oleh Kementrian kelautan di Kantor Walikota Kota Tikep pada, Selasa, (30/7/19) .

Baca Juga :  Strategi Wali Kota Tidore Stabilkan Ekonomi Masyarakat Melalui Percepatan THR 1447 H

Lebih lanjut, Ismail mengatakan untuk meluruskan sejarah mengenai kedatangan Bangsa Eropa ke Tidore melalui ekspedisi Ferdinan Maghelan dan Sebastian Juan Elcano dalam mengelilingi dunia, sehingga Tidore menjadi tempat yang ditetapkan sebagai bukti Bumi Itu bulat, perlu dibuktikan secara fisik, tidak hanya mengandalkan literatur berupa arsip (Buku). sehingga dengan begitu tidak lagi membuka ruang bagi orang-orang membantah akan sejarah tersebut.

“Untuk memperkuat bukti sejarah terkait bumi itu bulat ditempatkan di Tidore maupun Ternate maka kita butuh bukti fisik, sehingga dari aspek hukum tidak ada ruang bagi orang lain membantah itu, sebab jika kita mengandalkan buku yang ditulis dari orang spanyol maupun orang Indonesia atau orang Tidore tentu hasilnya akan berbeda,” tambahnya.

Reporter : Aswan Samsudin

Tanggapi Berita Ini