oleh

Studi Banding Akhir Jabatan Kades, PMII: Modus Proyek Habiskan Anggaran

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel – Sebelumnya diketahui ada sekitar 30-an desa berangkat mengikuti kegiatan studi banding yang dilaksanakan Desa Ponggok berada di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Hal tersebut ditanggapi, Ketua PMII Sinjai, Muh Mirwan menilai, studi banding yang dilakukan kepala desa tersebut hanya untuk menghabis-habiskan anggaran di masa jabatannya, Jum’at (11/06/2021).

Ketua pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sinjai itu menyatakan, tidak ada alasan yang mendesak bagi kades untuk studi banding ke luar Kota .

“Harusnya, kades fokus pada prioritas agenda penting di akhir masa jabatan,” tuturnya,

Dianggapnya di akhir masa jabatanya sudah tak sehat.

“Jorjoran menyelenggarakan berbagai kegiatan yang tak jelas pada pekan-pekan terakhir masa jabatanya ini sudah tak sehat,” ucapnya.

Baca Juga :  Oknum Kadis di Maros Bubarkan Lapak Baca Jalanan

Kegiatan tersebut adalah studi banding hanya pemborosan dana atau buang anggaran.

“Jika tak ada urgensi di balik pelaksanaannya, bisa saja dikatakan bimtek dan studi banding ini hanya proyek buang-buang anggaran, jangan sampai hanya agenda berwisata dengan memanfaatkan uang rakyat,” tegas Muh Mirwan

Mirwan menambahkan, sebab Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sinjai sebaliknya malah memberikan ruang.

“Semestinya perlu ada pertimbangan utama yang efektif untuk menggunakan waktu yang tersedia dalam membahas persoalan Pilkades,” kesalnya.

Ia, ingatkan keluhan kades karena minimnya anggaran Pilkades.

“Kok ini malah disibukan dengan urusan yang tidak jelas, di mana sebelumnya mengeluhkan minimnya anggaran Pilkades itu artinya akan semakin mengurangi anggaran,” tandasnya.

Menurutnya, perjalanan keluar kota belum memberikan kontribusi positif untuk pembangunan dan kemajuan desa di Sinjai.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Rumah Layak Huni Koperasi Syariah AKR

“Sebab belum ada yang dapat terimplementasikan dari hasil kunjungan ke luar kota justru yang ada pemborosan anggaran dan juga memiliki potensi korupsi” pungkas mirwan.Berkaitan hal tersebut, pengurus APDESI Kabupaten Sinjai, Kepala Desa Lasiai, Kecamatan Sinjai Timur, Abib Al Mu’min Mapasara biasa di sapaan Bob, mengatakan bahwa datang Bimtek perangkap Desa sedangkan Kepala Desa hanya datang sebagai pendamping.

“Bahwa soal sejumlah Kepala Desa yang datang Bimtek di Makassar itu tidak benar karena itu yang datang hanya perangkap desa, kalau Kepala Desa yang datang hanya mendampingi perangkapnya ikut Bimtek” jelas Bob.

Editor: Dzul

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita