Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
EdukasiHeadlinePendidikan

Sosialisasi Perda di SMAN 4 Kendari, Sudarmanto Saeka Ajak Milenial Jauhi Narkoba

×

Sosialisasi Perda di SMAN 4 Kendari, Sudarmanto Saeka Ajak Milenial Jauhi Narkoba

Sebarkan artikel ini
Atas : Sudarmanto Saeka dihadapan Siswa SMANPAT Kendari, Bawah : Sudarmanto Saeka didampingi Staf Komisi IV DPRD Sultra

faktual.net, Kendari, Sutra.  Sudarmanto Saeka, SE.,M.Si (SS) Sosialisasikan Perda (Sosper) Nomor7 Tahun 2019 Tentang Faslitasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Fsikotropika dan Zak Adiktif Lainnya. Kegiatan tessebut berlangsung di Aula SMA Negeri 4 Kendari (SMANPAT) pada Sabtu, 25 Februari 2023.

Dihadapan para siswa dan guru, Sudarmanto Saeka mengatakan bahwa dilaksanakannya Sosper tersebut sebagai salah satu tugas yang diembannya sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Fraksi Partai Nasdem Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Kendari.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

“Fungsi Anggota DPRD yang teramanahnya dalam Undang-Undang kan hanya tiga secara garis besarnya, yakni : Pengawasan, Regulasi dan Penganggaran. Dan Sosper ini adalah bagian fungsi regulasi yakni mensosialisasikan peraturan daerah ditengah-tengah masyarakat”, kata Sudarmanto Saeka.

Selaku politisi yang berasal dari dunia pendidikan, SS mengajak para siswa, anak-anak Milenial di SMANPAT Kendari agar menjauhi narkoba, menjauhi barang haram tersebut. Dikatakannya bahwa sekali saja narkoba ini tersentuh maka akan berefek pada rusakknya masa depan, rusaknya sebuah generasi.

“Salah satu tantangan terbesar yang harus anak-anakku hadapi agar bisa menjadi orang yang berhasil dimasa depan adalah jauhi dan hindari narkoba, dan ini adalah tantangan terbesar”, pesannya kepada para siswa.

“Sekali saja kalian mencoba menyentuhnya, memakainya maka efeknya akan sangat fatal terhadap masa depan, sebab narkoba ini membuat orang ketergantungan”, pesannya lagi.

Sudarmanto Saeka bersama Kepsek, Guru, Pengurus OSIS, MPK SMANPAT Kendari

Sudarmanto Saeka menekankan bahwa para siswa adalah generasi terdidik yang diharapkan menjadi pelanjut estafet kepemimpinan bangsa dengan catatan tingkatkan kualitas diri, tingkatkan keterampilan diri, tingkatkan SDM diri.

“Kalian adalah orang-orang yang akan memimpin dimasa depan, kalian adalah generasi yang akan melanjutkan kepemimpinan kami dimasa depan, tentu yang kalian harus lakukan adalah perbanyak belajar, khususnya membaca dan jauhi narkoba”, tegasnya.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMANPAT Kendari Liyu, S.Pd.,M.Pd kepada para siswa yang terdiri dari pengurus OSIS dan MPK serta para guru menjelaskan bahwa kedatangan Sudarmanto Saeka dalam rangka tugasnya sebagai wakil rakyat dan dirinya sangat mengapresiasi.

“Dihadapan anak-anakku hari ini, hadir anggota DPRD Provinsi Sultra dari Fraksi Nasdem untuk melakukan sosialisasi peraturan daerah. Ini adalah tugas beliau yang teramanahkan dalam Undang-Undang. Mengapa beliau datang ke SMANPAT? sebab SMANPAT ini berada diwilayah Kota Kendari, dan DAPIL beliau adalah Kota Kendari”, ucapnya.

Baca Juga :  Tiga Anak muda menginformasikan perkembangan Pendaftaran Badan Hukum Partai Gerakan Rakyat
Kiri-Kanan : Harmawati, Liyu, Sudarmanto Saeka

Liyu, S.Pd.,M.Pd yang merupakan Presidium KAHMI Kota Kendari juga berharap dengan kehadiran anggota DPRD disekolahnya, bukan hanya akan membahas tentang narkoba tetapi banyak hal yang bisa disampaikan terkait persoalan pendidikan.

“Saya kira hari ini, banyak hal yang bisa kita bahas selain masalah narkoba, khususnya hal-hal terkait kemajuan pendidikan di SMANPAT Kendari karena pak Sudarmanto ini juga anggota KOMISI IV DPRD Sultra yang membidangi masalah pendidikan”, ucapnya lagi.

Pada kegiatan Sosper tersebut, menghadirkan BNN Provinsi Sultra selaku pemateri. Dra. Hj. Harmawati, A.Pt.,M.Kes selaku Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sultra membawakan tema Remaja Sehat dan Berprestasi Tanpa Narkoba.

Harmawati didepan para siswa mengatakan jika Narkotika itu adalah sangat berbahaya disebabkan karena narkotika ini sifatnya adalah membelenggu penggunanya. Penggunanya akan sangat ketergantungan kepada zat ini jika sekali saja digunakan.

Sudarmanto Saeka memberikan hadiah kepada siswa/siswi yang mengajukan saran, pendapat dan pertanyaan saat Sosper

Harmawati menjelaskan bahwa Jenis Narkotika ada 3 golongan. Golongan Pertama : Tidak digunakan dalam bidang kesehatan. Contoh : Ganja, Sabu, Heroin, Ekstasi. Golongan Kedua : narkotika yang berkhasiat pengobatan tetapi digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan untuk tujuan Ilmu Pengetahuan.

Golongan III adalah narkotika yang bisa digunakan untuk pengobatan dan ketergantungannya bersifat ringan semisal Kokain.

“Untuk mengatasi kecanduan narkoba caranya cuma dua yakni pertama : niat yang tulus dari hati untuk meninggalkan barang haram tersebut, kedua : pecandu harus direhabilitasi”, jelas Harmawati.

Pantauan faktua.net, siswa sangat antusias mengajukan pertanyaan, saran dan pendapat kepada Sudarmanto Saeka dan Harmawati. Usai pelaksanaan Sosper, Kepsek SMANPAT mengajak SS berkeliling sekolah membahas beberapa hal yang bisa menjadi perhatian DPRD Sultra terkait peningkatan sarana dan prasarana di salah satu sekolah favorit tersebut.

Kehadiran SS di SMANPAT Kendari didampingi oleh beberapa orang staf Komisi IV DPRD Sultra dan Tenaga Ahli.

Reporter : Aco RI

Tanggapi Berita Ini
Dr. Mohammad Sulaiman, S.Pd., M.M.: Sosok Pendidik dan Pengabdi untuk Kemajuan Sekolah Swasta Bogor, Penuh Ketulusan Ucapkan Selamat Ulang Tahun Bupati Rudy Susmanto! BOGOR — Nama Dr. Mohammad Sulaiman, S.Pd., M.M. bukanlah nama asing di dunia pendidikan Kabupaten Bogor. Sebagai Sekretaris Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor, ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, dekat dengan semua elemen, dan senantiasa menjaga keharmonisan antara dunia pendidikan swasta dan pemerintah daerah. Hal ini terlihat nyata ketika ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, S.Si., yang penuh kehangatan dan doa tulus. “Semoga Bapak senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam memimpin Kabupaten Bogor menuju kemajuan yang lebih baik. Teruslah menjadi pemimpin yang mengayomi, menginspirasi, dan berpihak untuk masyarakat Bogor,” ucap Dr. Mohammad Sulaiman dengan tulus. KIPRAH DI DUNIA PENDIDIKAN DAN ORGANISASI Dr. Mohammad Sulaiman menjelaskan bahwa BMPS adalah organisasi yang menaungi seluruh badan usaha perguruan swasta di Kabupaten Bogor. Saat ini, Ketua Umum BMPS Kabupaten Bogor adalah Dr. Usep Nukliri, S.Ag., M.M., sementara ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Umum. Di tingkat Provinsi Jawa Barat, BMPS diketuai oleh Dr. Agus. Selain aktif di organisasi, Dr. Mohammad Sulaiman juga mengabdi sebagai tenaga pengajar di Program Pascasarjana (S2) Universitas Prabu Siliwangi, yang beralamat di wilayah Kabupaten Bogor. Di sana, ia mengampu mata kuliah Statistik dan Bahasa Inggris. MEMBANGUN LEMBAGA PENDIDIKAN DARI AWAL Perjuangannya di dunia pendidikan tidak hanya sebatas mengajar. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan lembaga pendidikan kejuruan yang berlokasi di Jalan RT 10 RW 4 No. —, Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Izin operasional lembaga ini diperoleh pada awal tahun 2016. Awalnya mereka menyewa ruko, namun berkat ketekunan dan keberkahan, kini lembaga tersebut telah berdiri di atas tanah seluas 5.000 meter persegi yang telah dimiliki secara mandiri. “Awalnya kami langsung membuka jurusan Farmasi dan Keperawatan. Mengapa kesehatan? Karena saya melihat tenaga teknis kesehatan sangat dibutuhkan, namun belum cukup tersedia. Kebutuhan tenaga kesehatan di masyarakat masih sangat besar,” ungkapnya. Kemudian pada tahun 2019, lembaga ini memperluas bidang keahlian dengan membuka jurusan Pariwisata, Perhotelan, dan Kuliner. Seluruh lahan seluas 5.000 meter persegi digunakan secara optimal untuk kegiatan pendidikan. Menariknya, status tanah tersebut direncanakan untuk diwakafkan, sehingga tidak dapat diperjualbelikan — murni untuk keberlangsungan pendidikan dan amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. “Kalau diwakafkan, tidak bisa dijual beli. Ini milik Allah, untuk kepentingan umat. Suatu saat jika saya telah tiada, lembaga ini tetap bisa berguna bagi orang banyak. Itu yang saya harapkan,” tegasnya dengan penuh keyakinan. SISWA, TENAGA PENGAJAR, DAN TANTANGAN Saat ini lembaga tersebut hanya menerima sekitar 100 siswa per tahun, sehingga total siswa dari tiga angkatan berkisar antara 200–300 orang. Ruang kelas memang masih terbatas, sehingga sebagian ruang praktik terkadang juga digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dr. Mohammad Sulaiman telah mengajukan permohonan penambahan ruang kelas ke Direktorat terkait, dan berharap pada tahun 2026 ini dapat terealisasi dengan bantuan pemerintah. Tenaga pengajar dan tenaga kependidikan berjumlah sekitar 25 orang, termasuk guru tetap, tenaga kebersihan, dan keamanan. Masih ada sekitar 6 tenaga pengajar yang berstatus belum tetap, sehingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik juga menjadi perhatian utamanya. VISI: PENDIDIKAN KEJURUAN UNTUK MASA DEPAN BANGSA Dr. Mohammad Sulaiman menjelaskan alasan memilih jalur pendidikan kejuruan dibandingkan pendidikan umum murni. Ia terinspirasi dari pengamatan terhadap sistem pendidikan di Malaysia dan Singapura, di mana lulusan SMP langsung dibekali pelatihan kerja selama 2 tahun dengan sertifikat nasional. “Di SMK kita, teori masih terlalu banyak. Padahal yang utama adalah ruang praktik. Jika SMK tidak punya ruang praktik yang memadai, yang terjadi adalah pembodohan masyarakat — lulusan sudah dibekali biaya dan waktu, namun tidak siap kerja. Ruang praktik adalah nyawa pendidikan kejuruan,” tegasnya. Ia juga menyampaikan keprihatinan terkait alokasi dana pendidikan. Bahkan sekolah negeri pun sangat bergantung pada Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang per siswa per tahunnya hanya sekitar Rp1.800.000. Jika dibagi per bulan, jumlahnya sangat terbatas untuk menunjang seluruh kebutuhan pendidikan. Sebagai anggota komite di salah satu SMA Negeri di Kota Bogor, ia menyaksikan langsung betapa beratnya beban yang ditanggung sekolah. KETULUSAN DAN SINERGI UNTUK BOGOR Di tengah segala kesibukan mengajar, memimpin lembaga pendidikan, dan mengurus organisasi BMPS, Dr. Mohammad Sulaiman tidak pernah lupa menjaga kedekatan dengan pemerintah daerah. Ucapan selamat ulang tahunnya kepada Bupati Rudy Susmanto bukan sekadar formalitas, melainkan wujud sikap yang selalu ia pegang: bahwa kemajuan pendidikan di Kabupaten Bogor tidak bisa berjalan sendiri — butuh dukungan pemerintah, butuh kolaborasi yang erat, dan butuh sikap saling menghargai antar pemangku kepentingan. “Saya berharap Bapak Bupati senantiasa sehat dan kuat memimpin. Kami dari dunia pendidikan swasta siap bersinergi, siap berkolaborasi, demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bogor yang lebih baik lagi,” pungkasnya. Reporter: Johan Sopaheluwakan
Headline

Faktual.net —  Bogor, Jawa Barat – Nama Dr….