Solidaritas Pemuda untuk Indonesia Damai dan Toleran

64

FAKTUAL.NET, JAKARTA. Bertempat di Graha Oikoumene, Jakarta Pusat, Senin, (20/08/2019) diadakan konferensi pers, yang dibacakan oleh Wiilem Wandik, S.Sos., sebagai ketua umum DPP GAMKI, terkait isu-isu yang sedang hangat beberapa hari ini, yaitu adanya  kerusuhan di Manokwari, Papua Barat,yang disulut oleh kejadian tanggal 17 Agustus 2019 di Surabaya dan Malang.

Organisasi-Organisasi kepemudaan kemasyarakatan Tingkat Nasional Indonesia yaitu
PP, Pemuda Muhammadiyah,
PP Pemuda Katolik,
PP GPII,
DPP GEMABUDHI,
DPN PERADAH Indonesia,
DPP GEMA Mathla’ul Anwar,
PP GEMA INTI,
PB Pemuda Muslimin Indonesia,
PP GP Ansor,
Pemuda PGPI,
DPP AKGI,
DPP GAMKI,
membuat pernyataan sikap atau SOLIDARITAS PEMUDA UNTUK INDONESIA DAMAI DAN TOLERAN

Adapun pernyataan sikapnya  adalah sebagai berikut :

1. Menyesalkan peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya, yang juga disusul beberapa kota lainnya, bahwa masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

2. Mendesak negara untuk secara serius menghilangkan stigma rasial dan diskriminatif dalam setiap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan Sila ke-2 Pancasila, UUD 1945, dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

3. Meminta pemerintah, aparat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga negara Indonesia untuk tidak mengucapkan ujaran kebencian, penghinaan terhadap Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA), serta tindakan represif, diskriminatif, ataupun persekusi terhadap sesama warga negara sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

4. Meminta kepada lembaga agama, lembaga adat, dan lembaga masyarakat untuk mengingatkan, memantau, dan bertanggungjawab terhadap setiap ucapan dari tokoh/pemuka lembaga masing-masing agar tidak menimbulkan perpecahan dan ketersinggungan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

5. Mengapresiasi permohonan maaf dari Gubernur Jawa Timur, Walikota Surabaya, dan Walikota Malang yang disampaikan untuk mahasiswa dan masyarakat Papua, serta meminta semua kepala daerah dan aparat negara menjamin keamanan, keselamatan, dan perlindungan kepada setiap warga negara tanpa terkecuali.

6. Mendesak adanya pengusutan tuntas dan penegakan hukum yang seadil-adilnya terkait beberapa kasus/persoalan kebangsaan yang terjadi beberapa waktu terakhir, terkhusus kepada pelaku, aktor intelektual, aparat, dan ormas yang menyulut terjadinya persoalan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

7. Menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Indonesia terkhusus warga Nusantara di Tanah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) untuk menahan diri, tidak cepat terprovokasi dengan berbagai isu yang beredar di media sosial, serta mengupayakan terbangunnya dialog yang damai dan kondusif di antara sesama anak bangsa demi meningkatkan kesejahteraan dan harkat hidup masyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sehingga Indonesia menjadi negara yang besar.

Menyusul pernyataan maaf dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa dan sudah disambut baik pernyataan sikap tersebut oleh Gubernur Papua Barat.

(Johan Sopaheluwakan / Dyan Sevika)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :