Faktual.Net, Jakarta. Bicara tentang Papua membutuhkan pendekatan dari hati ke hati. Papua adalah satu kesatuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), duka yang terjadi di Papua adalah duka NKRI begitupun sebaliknya bahagia orang Papua adalah bahagia NKRI.
Hal tersebut disampaikan oleh Dedi Ruslan selaku Dewan Pembina Laskar Palapa ketika berbincang dengan awak media di Jakarta pada Rabu, 21/8/2019.
Dewan pembina Forum Wartawan Jakarta tersebut mengatakan bahwa sering kita mendengar slogan NKRI harga mati, tapi yang diperlukan sekarang apalagi di era global ini adalah Kesatuan Berbangsa dan Bernegara yang ditopang oleh ekonomi kuat agar tercapai kesejahteraan bersama.
“Menanggapi polemik Papua dan Papua Barat serta tragedi Surabaya berikut saudara – saudara kita yang terkena imbas hampir di daerah lainnya, tentu ini sangat miris”, kata Dedi Ruslan.
Menurut Dedi, kemirisan dari tragedi yang baru saja terjadi tak cukup hanya dengan jargon atau berbagai teori lainnya, melainkan butuh pendekatan nyata dari hati ke hati yang selanjutnya kita praktekan dengan merangkul saudara Papua kita tanpa curiga dan benci melainkan dengan penuh cinta.
“Ketika itu kita lakukan maka luka Papua adalah luka kita dan bahagia Papua adalah bahagia kita semua. Saatnya kita tatap Matahari yang terbit dari timur dengan penuh cinta. Merdeka!”, tutup Dedi Ruslan
Reporter : Risal
















