Example floating
Example floating
EdukasiPendidikan

SMAN 12 Kendari Kekurangan Ruang Belajar, Sudarmanto Saeka Akan Kawal di Paripurna DPRD Sultra

×

SMAN 12 Kendari Kekurangan Ruang Belajar, Sudarmanto Saeka Akan Kawal di Paripurna DPRD Sultra

Sebarkan artikel ini
Sudarmanto Saeka bersama guru dan siswa di SMAN 12 Kendarl
Example 468x60

faktual.net, Kendari, Sultra. Reses Masa Sidang II Tahun 2023 yang dimulai pada 28 Mei – 3 Juni 2023, Sudarmanto Saeka, SE.,M.Si anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dapil Kota Kendari mengunjungi SMAN 12 Kendari.

SMAN 12 Kendari merupakan SMA termuda di Kota Kendari yang lahir pada 4 Juni 2023. Sebagai sekolah baru tentu sekolah ini masih sangat minim Sarana dan Prasarana (Sarpras).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 12 Kendari, Sudarso, S.Pd.,M.Pd kepada Sudarmanto Saeka menuturkan bahwa dengan jumlah siswa sebanyak 214 orang dari dua angkatan yang sudah ada, sekolah yang dipimpinnya hanya memiliki 3 ruang belajar permanen, 1 ruang belajar darurat dan 1 laboratorium yang difungsikan sebagai ruang guru sekaligus kantor Kepsek.

Sudarso, S.Pd., M.Pd menyerahkan proposal kepada Sudarmanto Saeka, SE.,M.Si

“Dengan jumlah ruang belajar yang sangat kurang mengakibatkan pembelajaran di SMAN 12 Kendari berjalan dengan sistem shift yakni 4 kelas belajar di pagi hari dan 4 kelas belajar disiang hari”, kata Sudarso yang menambahkan bahwa jika ditahun ajaran berikut belum ada penambahan ruang belajar maka siswa-siswi sebagian akan belajar online.

Saat ini, Pemprov telah menjanjikan 3 ruang belajar untuk dibangunkan tahun 2023, tapi itu belum cukup mengingat bulan Juli akan ada lagi penerimaan siswa baru, kalau mau cukup minimal ada penambahan 4 ruang belajar atau 6 ruang belajar sehingga semua siswa bisa masuk pagi.

Sudarso juga menyebut kondisi jalan dan lapangan sekolah masih berupa tanah pengerasan (tanah timbunan), yang kalau hujan akan tergenang air. Dirinya berharap agar Sudarmanto Saeka menaruh perhatian penting kepada hal tersebut mengingat sudah banyak kejadian siswa-siswi jatuh dari motor saat melewati jalan menuju sekolah yang berupa tanah pengerasan.

Selain masalah Sarpras, listrik sekolah masih menumpang ke rumah warga yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah. Ditengah kekurangan tersebut Sudarso mengaku bahwa sekolahnya telah berhasil ikut Assesment walaupun ada sekolah besar di Kota Kendari yang tidak ikut Assesment.

Gayung bersambut dari penyampaian Kepala Sekolah, ditanggapi serius oleh Sudarmanto Saeka. Pria yang akrab disapa Oom Bob tersebut berjanji tahun ini (baca: 2023) dirinya targetkan agar jalan dan lapangan upacara SMAN 12 Kendari sudah bisa menikmati Paving Block sehingga siswa-siswi bisa merasakan kenyamanan.

Baca Juga :  SMP Alkhairiyah 2 Jakarta Utara Gelar Open School

“Terkait ruang belajar yang masih sangat kurang, saya sampaikan bahwa tugas saya adalah mengawal apa yang menjadi usulan teman-teman di SMAN 12 Kendari, posisi saya di Badan Anggaran DPRD Sultra akan saya maksimalkan untuk memperjuangkan hadirnya ruang belajar baru di sekolah ini”, tegas Sudarmanto Saeka pada Juni 2023 dihadapan Kepsek, guru dan siswa SMAN 12 Kendari.

Sudarmanto mengajak kepada semua pihak disekolah tersebut akan tetap semangat dan dirinya optimis bahwa sekolah yang dikunjunginya ini akan menjadi sekolah besar di Kota Kendari, setara dengan SMA – SMA yang telah duluan berkembang.

Sudarmanto Saeka saat reses di SMAN 12 Kendari

“Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal karena saya takut tidak akan mampu menepatinya. Sebagai anggota DPRD tentu saya bukan eksekutor karena eksekutor dari semua kebutuhan sekolah adalah OPD yang membidangi pendidikan dalam hal ini Dinas Pendidikan Sultra, tetapi apa yang menjadi usulan teman-teman akan saya perjuangkan dirapat paripurna DPRD Sultra.

Kedatangan Sudarmanto Saeka disambut meriah oleh Kepala Sekolah, Guru dan Siswa. Pantauan faktual.net, dimomentum tersebut Pria yang merupakan tokoh pendidikan di Kota Kendari tersebut secara pribadi menyumbangkan 2 buah kipas angin Tornado, mengingat SMA 12 Kendari hanya memiliki 2 buah kipas angin, satu buah di laboratorium yang difungsikan sebagai ruang guru dan satu buah dikantor Kepsek yang juga merupakan bagian dari Laboratorium.

Tampak pembelajaran di sekolah rintisan tersebut berjalan sangat lancar, dengan jumlah guru 28 orang dan akan ada penambahan 10 orang guru ditahun ini, dengan demikian jumlah guru akan menjadi 38 orang. Saat dikunjungi Sudarmanto Saeka, SMAN 12 Kendari sedang menyelenggarakan ulangan penaikan kelas.

Reporter : Aco RI

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit