faktual.net, Kendari, Sultra. Kepemimpinan SISKA–SUDIRMAN di Kota Kendari, menjelang satu tahun masa pemerintahan, tampil bukan sekadar sebagai pengisah janji, melainkan peramu kerja nyata. Ibarat nahkoda yang paham arah angin, mereka tidak sibuk berdebat di geladak, tetapi fokus memastikan kapal pemerintahan melaju stabil menuju tujuan.
Visi–misi pembangunan tidak dibiarkan menjadi peta usang di dinding melainkan dijelmakan menjadi langkah-langkah kaki birokrasi yang lebih tertata. Penataan aparatur dilakukan layaknya menyaring air dari hulu—memastikan yang mengalir ke hilir adalah birokrasi yang jernih, handal, dan profesional, bukan keruh oleh kepentingan sempit.
Di bidang infrastruktur perkotaan, pemerintahan ini membangun bukan hanya jalan dan drainase, tetapi juga kepercayaan warga. Setiap proyek adalah batu pijakan, yang menyambung satu kawasan dengan kawasan lain, menyatukan denyut ekonomi dan mobilitas kota. Kendari perlahan dibentuk bukan sebagai kota seremonial, tetapi sebagai ruang hidup yang fungsional.
Yang paling terasa, SISKA–SUDIRMAN mampu meredam konflik politik pasca Pilwali. Api rivalitas yang berpotensi membakar disiram dengan air kebijakan dan sikap kenegarawanan. Perbedaan tidak dipelihara sebagai bara dendam, melainkan diolah menjadi energi kolaborasi. Politik dikembalikan ke relnya: sebagai alat melayani, bukan saling melukai.
Menjelang satu tahun, kepemimpinan ini ibarat menanam pohon di tengah kota—akarnya mulai kuat, batangnya tegak, dan daunnya sudah memberi teduh. Hasilnya mungkin belum panen raya, tetapi arah tumbuhnya jelas: Kendari yang tertata, tenang, dan bergerak maju dengan kepastian.
Kendari, 5 Januari 2026
Penulis : Samsuddin Rahim, Ketua DPD PAN KOTA KENDARI.
















