Oleh : Johan Sopaheluwakan
Faktual.Net, Jakarta Utara, DKI Jakarta – Tanggal 9 Pebruari merupakan hari bersejarah bagi para “kuli tinta” / “buruh tinta” karena diperingati sebagai Hari Pers Nasional. Apresiasi bagi para jurnalis/wartawan perlu diapresiasi karena setiap hari masyarakat mendapat berbagai informasi, mendapat edukasi/pendidikan, mendapatkan hiburan terlebih lagi para jurnalis/wartawan melakukan kegiatan kontrol seosial sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang independen dan jujur.
Di era yang serba digital, informasi semakin cepat didapatkan, itu tidak diartikan sebagai berkurangnya peran dunia pers. Justru kehadiran pers dipertaruhkan keberadaannya apakah pers ditunggu keberadaannya oleh masyarakat yang memberikan kesejukan dengan berita yang terhindar dari hoax, meniadakan bentuk radikalisme atau justru mentransformasikan berita dengan kehadiran buzzer, sehingga berita hoax semakin membodohi masyarakat?
Bagaikan kebutuhan pangan (makanan), sandang (yang dipakai seperti baju) dan pakai (tempat tinggal), informasi kehadirannya kini menjadi kebutuhan utama yang pertama dicari masyarakat di masa kini. Dan informasi menjadi sedemikian mempengaruhi hidup seseorang ketika android ditemukan di jagad ini.
HPN (Hari Pers Nasional) tak dapat dipungkiri merupakan perayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. Keputusan Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari ini mengukuhkan bahwa Pers Nasional Indonesia memiliki sejarah untuk memperjuangkan serta memiliki peranan yang penting dalam pelaksanaan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.
Dewan Pers juga lalu menetapkan HPN ini dilakukan setiap tahun secara bergantian di tiap ibu kota provinsi Indonesia. Tahun 2021 ini HPN dilaksanakan di kota Jakarta. Dan lazimnya seperti kebiasaan perayaan hari pers tersebut dilakukan bukan saja bersama insan pers tetapi masyarakat dan pemerintah bersinergi di dalamnya. Untuk menunjukkan bahwa keberadaan pers memang dibutuhkan segenap stakeholder.
HPN pada mulanya ditetapkan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 yang telah digodok, sebagai salah satu butir Keputusan Kongres ke-28 PWI yang digelar di kota Padang, Sumatera Barat pada tahun 1978. Ketetapan itu sejalan dengan masyarakat yang menyatakan satu hari khusus untuk memperingati peranan dari keberadaan pers di Indonesia.
Dalam Sidang ke-21 Dewan Pers yang dilaksanakan di Bandung pada tanggal 19 Februari 1981 akhirnya disetujui oleh Dewan Pers dan disampaikan langsung kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraan HPN setiap tanggal tersebut. Itulah menjadi momentum kehadiran Hari Pers Nasional.
Timbul pertanyaan mengapa Hari Pers Nasional diperingati setiap tanggal 9 Februari? Jawabannya adalah arena pada tanggal 9 Februari bertepatan dengan hari jadinya PWI yang sudah dibentuk sejak tahun 1946.
Dunia pers di tanah air begitu penuh dengan dinamika permasalahannya dari masa ke masa. Tidak hanya di masa orde baru, bahkan hingga saat ini pun kebebasan pers pun menjadi sebuah pertanyaan. Maka dari itu melalui peringatan Hari Pers Nasional ini diharapkan insan pers beserta masyarakat harus “berbenah” diri dapat memberikan informasi dengan lebih baik. Lebih daripada itu peran kontrol sosial yang dilakukan harus berdampak dalam menegakkan kebenaran dan keadilan di tengah masyarakat.
Dalam menyambut Hari Pers Nasional Tahun 2021 ini dengan tema sentral yang diangkat :
“Jadikan HPN Sebagai Momentum Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi”
Kiranya insan pers dapat benar-benar menjadikan momen tersebut sebagai upaya dalam pemulihan kesehatan dan ekonomi. Covid-19 secara nyata telah membungkam peran itu, tetapi kiranya sebagai insan pers tidak putus asa. Terus bergerak tidak menjadikannya alasan. Biarlah kita menjadi agen-agen yang senantiasa tetap berpikir cerdas, kritis bukan semata melakukan pemberitaan kepada masyarakat luas tetapi lebih daripada itu, insan pers dituntut melepaskan keterpurukan ekonomi dan tetap melakukan kontrol sosial di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Selamat Hari Pers Nasional 2021, semoga semesta segera pulih dari covid-19. (/js)
















