Sekolah Alam HKTI Di Kolaka, Bio Nilkaz Solusi Pengganti Pupuk Kimia

69

Faktual.Net, Kolaka, Sultra. Awal April 2019, sebanyak 30 pembudidaya udang meramaikan Aula Kantor Desa Oneha di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka berkumpul untuk mengikuti Sekolah Tambak ke-6 dengan Narasumber Adjun (Prof) Iswanto Nadi, ahli ekotoksikologi Science Makmur MS yg Bekerjasama Dengan Pemuda Tani HKTI Sultra, menjadi pembicara Sekolah Tambak kali ini. Tema yang diangkat adalah ‘Pencemaran Tambak, Pestisida, dan Khasiat Pupuk Bio Nilkaz’.

Ketua Pemuda Tani HKTI Sultra, mengatakan Tema tersebut sesuai dengan kebutuhan para pembudidaya yang beberapa kali mengeluhkan gagal panen. Hal ini disebabkan oleh lemahnya daya dukung lahan dan serangan penyakit. Penurunan daya dukung lahan tambak dapat disebabkan oleh empat hal.

Dijelaskannya empat hal tersebut adalah penggunaan pupuk kimiawi secara berlebihan, penggunaan pestisida kimiawi, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dosis, dan penggunaan pakan buatan yang berlebihan, sehingga pada akhirnya mencemari lingkungan.

Pupuk Bio Nilkaz Sebagai Solusi.

Kata salah satu Petani Tambak di Desa Oneha, Mereka sangat mengeluhkan karena tidak adanya Tenaga Penyuluh Perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kolaka, menurutnya Penyuluh tersebut turun kalau memerlukan data dan minta tandatangan. Namun dengan adanya Tim Pendampingan dari Science Laboratory MS dan Pemuda Tani HKTI Sultra, Kami terinspirasi kembali untuk Budidaya Udang Vaname.

Ruslan sebagai Pegiat Petani Tambak di Desa Oneha menawarkan solusi peningkatan daya dukung lahan dengan pemanfaatan pupuk organik Bio Nilkaz yang berasal dari Bahan Organik Ikan yang Berprotein Tinggi serta vermikompos pada lahan tambak.

Dikatakannya bahwa pupuk Bio Nilkaz dirasa tepat menggantikan pupuk kimiawi karena kandungan unsur makro dan mikronya yang lengkap. Kandungan C , N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Al, Na, Cu, Zn, dan Bo dalam pupuk ini baik untuk pertumbuhan, perbaikan pencernaan, dan imunitas tubuh. Pupuk Bio Nilkaz juga mengandung hormon pertumbuhan, yaitu giberelin, sitokinin, dan auksin.

Dia menjelaskan bahwa cara pembuatan pupuk Bio Nilkaz sangat mudah, dengan bahan-bahan yang dapat diperoleh di sekitar rumah dan lokasi budidaya. Bahan utama adalah Ikan Berprotein Tinggi dan Bahan Organik lainnya yang sudah difermentasekan selama 40- 50 hari.

“Komposisi antara Bio Nilkaz dan Aplikasi pada Empang untuk 1 Hektar yaitu, untuk produk Bio Nilkaz “Amino” di gunakan sebanyak 5 liter /Hektar dan Bio Nilkaz “SiO2” di gunakan sebanyak 7 liter /Hektar”, jelasnya.

Sebagai langkah awal, pupuk Bio Nilkaz dapat dibuat dalam skema kelompok petambak. Setelah itu, terapkan penggunaan pupuk Bio Nilkaz dengan skema tambak percontohan atau demonstrasi plot (Demplot) kelompok. Setiap tahapan budidaya dalam demplot kemudian didiskusikan secara berkala dalam pertemuan rutin kelompok. Ketika Bio Nilkaz telah terbukti mampu memperbaiki kualitas tanah tambak, pembudidaya dapat membuat sendiri dan menerapkannya pada tambak masing-masing.

“Dengan memproduksi sendiri pupuk Bio Nilkaz, pembudidaya tidak perlu lagi membeli pupuk kimiawi. Perbaikan lahan tambak pun akan meningkatkan produktivitas budidaya dalam bentuk hasil panen yang jauh lebih zaqbanyak dari sebelumnya. Artinya, pupuk Bio Nilkaz adalah solusi peningkatan penghasilan pembudida Udang Vaname ,dengan Imajinasi Hasil Optimal Menciptakan Sultra untuk Sejahtera dan Aman”, tutup Ruslan.

Reporter : Wa Ode Deli Yusniati

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :