Example floating
Berita

Sedimentasi Jadi Dalih, Kesejahtaraan Jadi Tameng.! Bongkar Logika Kapital Tolak Tambang Pasir CV. ABM dI Muara Laut Boyong.

×

Sedimentasi Jadi Dalih, Kesejahtaraan Jadi Tameng.! Bongkar Logika Kapital Tolak Tambang Pasir CV. ABM dI Muara Laut Boyong.

Sebarkan artikel ini
Sedimentasi Jadi Dalih, Kesejahtaraan Jadi Tameng.! Bongkar Logika Kapital Tolak Tambang Pasir CV. ABM dI Muara Laut Boyong.
Sedimentasi Jadi Dalih, Kesejahtaraan Jadi Tameng.! Bongkar Logika Kapital Tolak Tambang Pasir CV. ABM dI Muara Laut Boyong.

faktual,net, Jenepobto,Sulsel — Rencana penambangan pasir laut di muara Boyong oleh CV. ABM tidak dapat dipandang semata-mata sebagai penanganan sedimentasi. Dan peningkatan ekonomi masyarakat melainkan harus dibaca dalam kerangka ekonomi, Sabtu, ( 17/10/2026)

Politik sebagai pertentangan kepentingan antara akumulasi kapital korporasi dan hak masyarakat atas ruang hidup serta sumber penghidupannya.

Di satu sisi, terdapat kepentingan komersial atas sumber daya alam; di sisi lain, terdapat masyarakat pesisir dan nelayan yang menggantungkan keberlanjutan hidupnya pada keseimbangan ekosistem muara.

Menurut Agung Indar Jaya, S.E., M.Si tokoh Intelektual Pemuda Boyong Kontradiksi antara kepentingan modal yang berorientasi pada akumulasi keuntungan dan kepentingan rakyat yang berkaitan dengan penguasaan sumber daya, keberlanjutan ekologis, serta reproduksi kehidupan sosial.

Ketika keluhan masyarakat mengenai sedimentasi sungai dijadikan dasar pembenaran bagi ekstraksi pasir laut, persoalan mendasarnya adalah apakah langkah tersebut sungguh menjawab kebutuhan rakyat atau justru membuka ruang bagi komersialisasi sumber daya atas nama kepentingan publik.

Kami telah mengkaji berbagai kasus eksploitasi pertambangan pasir muara di sejumlah wilayah, termasuk kasus-kasus yang pernah kami advokasi secara langsung. Namun, hingga saat ini,

” Kami belum menemukan realitas kesejahteraan bagi masyarakat terdampak yang sebanding dengan eksploitasi kekayaan laut yang dilakukan oleh kepentingan usaha pertambangan pasir laut.

Justru sebaliknya, realitas yang kami temukan justru memperlihatkan kerugian material masyarakat, degradasi ekologi, abrasi di wilayah pemukiman, ancaman terhadap ruang hidup, serta terganggunya keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Baca Juga :  Purnatugas Tak Berarti Purnakarya, Bukti Sudirman Sukses Budidayakan Cabai

 Narasi penanganan sedimentasi dan peningkatan ekonomi nelayan belum dapat di rasionalisasi kan oleh pihak CV. ABM. Kami menjelaskan dasar kajian atas sedimentologi dan hidrodinamika, dampak terhadap ekosistem muara, serta distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Klaim kesejahteraan tidak boleh menjadi instrumen legitimasi korporasi yang menutupi potensi ketimpangan antara pihak yang menikmati keuntungan dan masyarakat yang menanggung risiko sosial-ekologis. Komersialisasi sumber daya bersama berpotensi mengalihkan nilai ekologis dan sosial menjadi keuntungan privat, sementara biaya kerusakan dibebankan kepada masyarakat.

Agung Indar Jaya menegaskan bahwa penolakan serta kritik tajam dari masyarakat nelayan Boyong & Tamanroya merupakan pernyataan sikap politik kami sebagai masyarakat yang akan terdampak.

Muara laut bukan sekadar objek akumulasi kapital, melainkan ruang hidup dan basis material penghidupan rakyat.

“Kesejahteraan nelayan tidak boleh diperalat sebagai alibi untuk membenarkan eksploitasi sumber daya tanpa jaminan perlindungan ekologis dan keadilan sosial masyarakat Boyong & Tamanroya

Jangan bungkus kepentingan komersialisasi pasir laut dengan retorika kesejahteraan rakyat. Hentikan rencana tambang pasir CV. ABM di muara Boyong! Selamatkan ruang hidup nelayan, tegakkan transparansi, dan tempatkan kepentingan rakyat di atas akumulasi keuntungan korporasi.” Tutup Agung Indar Jaya, S.E., M.Si

Reporter : Pupung

Tanggapi Berita Ini