Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaNasional

SEAFDEC/IFRDMD Apresiasi Pengembangan Pengolahan dan Budidaya Ikan Sidat di Sulawesi Tengah

22
×

SEAFDEC/IFRDMD Apresiasi Pengembangan Pengolahan dan Budidaya Ikan Sidat di Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual Net, Palu,Sulteng – Komoditas Sidat atau di kenal dengan nama Sogili merupakan salah satu kekayaan Alam yang ada di perairan Indonesia dan memiliki potensi besar untuk bisa di kembangkan pada sektor industri perikanan.

“Dengan melimpahnya jumlah Sidat yang dapat ditemukan di muara sungai dan danau di semua perairan Sulawesi Tengah yang bisa kita manfaatkan guna meningkatkan Produksi Budi Daya dan nilai Ekspor,” papar Handri pengusaha home industri sidat.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Dr. Dina Mutmainnah. S. Si.,M. Si, mewakili pimpinan dari Penelitian ikan air tawar se Asia yang berkedudukan di Kota Palembang (Sumatra Selatan) bersama Tim Penelitian South Asian Fisheries Development Center ( SEAFDEC ) / Inland Fishery Resources Development And Management (IFRDMD) adalah badan antar pemerintah otonom yang didirikan pada tahun 1967 sebagai pusat Pengembangan di Sektor Perikanan Asia Tenggara, yang memiliki 3 fungsi utama yakni mempersiapkan kajian stok ikan air tawar beserta wilayah pengolahan nya maupun konservasi wilayah perairan sebagai plasma Nutfah dan pengembangan Fish Passage/ Fishway di indonesia berperan juga menciptakan out put unggulan di pengolahan perikanan perairan umum daratan.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah Panggung di Kelurahan Tonrorita, Kerugian Capai Rp150 Juta

Balai riset perikanan perairan umum dan penyuluhan perikanan Mengapreasi pengembangan pengolahan dan budi daya Sidat yang ada di Kita Palu Khusus nya di Danau Rano,pada kunjungan kerja tim penelitian, senin (20/12/2021) di Desa Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulteng.

Potensi ikan sidat asal Sulawesi sudah bisa mengekspor ke China, jepang dan beberapa Negara lainnya.

Berbagai olahan ikan sidat mulai diminati oleh kalangan masyarakat perlu juga di himbau dalam melakukan pengolahannya harus sesuai ketentuan dan menjamin habitat sidat terjaga dengan baik untuk berkelanjutan, pengolahan sidat KKP sudah mempunyai Hukum yang jelas.

“Kesepakatan antara Pemerintah Pusat, Daerah, Pelaku usaha, Nelayan, Budi daya, Peneliti, Akademisi, maupun Pemerhati Lingkungan yang harus membangun Komitmen pengolahan sidat, lebih khusus di daerah Sulteng sangat kami dukung,” ungkap Dr. Dina

Reporter : INDRA JM

Tanggapi Berita Ini