Example floating
Example floating
KesehatanMetropolitan

Rp. 500 Ribu Perbulan Uang Operasional Bagi Kader Dasawisma Jakarta Utara

×

Rp. 500 Ribu Perbulan Uang Operasional Bagi Kader Dasawisma Jakarta Utara

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Dasawisma Jakut di Posko Bersama
Example 468x60

Faktual.Net – Jakarta. Sebanyak 2.051 kader baru dasawisma di wilayah Jakarta Utara menerima buku tabungan dan kartu ATM Bank DKI. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Sudin Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Utara, Mira Fitriati menjelaskan, jumlah kader dasawisma Jakarta Utara ada 11.074 orang.

“Dari jumlah tersebut ada pergantian dan penambahan kader baru dasawisma sebanyak 2.051 orang yang belum memiliki buku tabungan dan kartu ATM Bank DKI. Mulai tahun ini, mereka akan menerima uang operasional Rp 500 ribu perbulan,” terang Mira saat dikonfirmasi, Selasa (04/08/2020).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Ia menerangkan, Senin (03/08/2020) kemarin, uang operasional untuk 2.051 kader baru dasawisma di Jakarta Utara sudah ditransfer sebesar Rp 3 Juta perorang. “Uang operasional yang dibayarkan itu untuk triwulan 1 dan 2 atau 6 bulan. Dana operasional kader dasawisma tersebut dianggarkan oleh Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga :  Patroli Brimob Metro Jaya di Jakarta Utara Bantu Warga Sakit ke Rumah Sakit
Penyerahan Buku Tabungan dan ATM Bagi Dasawisma Jakarta Utara

Untuk mencegah resiko penyebaran COVID-19, proses pendistribusian buku tabungan dan kartu ATM Bank DKI tetap mematuhi protab protokol kesehatan dan tersebar di 12 lokasi yaitu Kantor Kecamatan Cilincing, Kantor Kelurahan Semper Barat, Kantor Kelurahan Rorotan, Kantor Kelurahan Pegangsaan Dua, Stadion Rawa Badak. Selanjutnya, GOR Kecamatan Pademangan, Kantor Kelurahan Pademangan Timur, Kantor Kecamatan Penjaringan, Kantor Kelurahan Kapuk Muara, Kantor Kelurahan Sungai Bambu, Kantor Kelurahan Papanggo, Rumah Dinas Kelurahan Sunter Jaya

Menurutnya, peran kader dasawisma sangat dibutuhkan sebagai database dari masyarakat. “Sebelum pandemi COVID-19, mereka bertugas menjadi agen dengan 119 indikator pendataan melalui aplikasi Carik Jakarta. Ketika pandemi, kader dasawisma juga bisa berperan sebagai penyuluh kepada masyarakat untuk selalu menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun,” tambahnya. (Johan Sopaheluwakan)

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit