Oleh: Johan Sopaheluwakan
Dalam kehidupan yang sering kali penuh dengan hiruk pikuk dan tantangan, kita sering lupa akan satu hal yang mendasar: kesederhanaan dan kepolosan seorang anak kecil. Mereka datang kepada orang tua mereka dengan kepercayaan penuh, tanpa ragu, tanpa syarat. Mereka meminta apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka inginkan, dengan keyakinan bahwa orang tua mereka akan memberikan yang terbaik bagi mereka.
Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 5:14 mengingatkan kita, “Inilah keberanian kita untuk datang kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” Ayat ini adalah undangan terbuka bagi kita untuk datang kepada Tuhan dengan keberanian dan keyakinan seorang anak kecil.
Dalam doa, kita seringkali terpanggil untuk memikirkan orang lain, untuk meminta kedamaian Allah bekerja di tengah konflik dan kesulitan. Kita berdoa untuk keluarga, teman, dan bahkan orang-orang yang tidak kita kenal. Kita memohon agar kasih dan rahmat-Nya menyentuh hati mereka yang terluka dan memberikan penghiburan bagi mereka yang berduka.
Namun, jangan lupakan bahwa Allah juga menghendaki kita untuk membawa segala kekhawatiran dan pergumulan pribadi kita kepada-Nya. Tidak ada masalah yang terlalu kecil, tidak ada beban yang terlalu berat untuk kita bawa ke hadapan-Nya. Dia peduli dengan setiap detail kehidupan kita, dari hal-hal besar hingga hal-hal yang tampak sepele.
Allah memedulikan seisi dunia, namun Dia juga memedulikan kita secara pribadi, lepas pribadi, dengan kasih, cinta, dan kasih sayang yang sama besar. Dia tidak membeda-bedakan, Dia tidak pilih kasih. Setiap kita adalah anak-anak-Nya yang berharga, yang diciptakan dengan tujuan dan rencana yang indah.
Ketika kita datang kepada Tuhan seperti seorang anak kecil, kita melepaskan segala keangkuhan dan kesombongan kita. Kita mengakui bahwa kita membutuhkan-Nya, bahwa kita tidak bisa menjalani hidup ini sendirian. Kita membuka hati kita untuk menerima pertolongan, bimbingan, dan kekuatan dari-Nya.
Dalam setiap pergumulan, baik besar maupun kecil, ingatlah bahwa Allah selalu hadir dan siap untuk mendengarkan. Dia tidak pernah meninggalkan kita, Dia tidak pernah mengabaikan kita. Dia selalu ada di sisi kita, memberikan kekuatan dan penghiburan yang kita butuhkan.
Jadi, marilah kita belajar dari anak kecil. Marilah kita datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus, dengan kepercayaan penuh, dan dengan keyakinan bahwa Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita. Marilah kita berdoa tanpa ragu, meminta tanpa henti, dan berserah sepenuhnya kepada kehendak-Nya.
Karena seperti seorang ayah yang mengasihi anak-anaknya, demikianlah Allah mengasihi kita. Dia ingin memberikan yang terbaik bagi kita, Dia ingin melihat kita bertumbuh dan berkembang dalam kasih-Nya. Dia ingin kita menjadi saksi-saksi-Nya di dunia ini, memancarkan terang dan kasih-Nya kepada semua orang.
Semoga renungan ini dapat menginspirasi dan memberkati kita semua. Marilah kita terus berdoa, terus berharap, dan terus percaya kepada Allah yang Mahakuasa. Karena di dalam Dia, kita menemukan kekuatan, penghiburan, dan harapan yang sejati.
#RenunganInsoiratif
#JSMinistry
#JournalistService
#Roti kehidupan
#Jakarta (28/8/2025)















