Rektor Nuku Nilai Aksi Mahasiswa Fapertahut Terindikasi Dihasut Dosen

Faktual. Net, Tidore.  Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Pertanian Dan Kehutanan Universitas Nuku pekan kemarin terkait dengan Dosen yang namanya termuat dalam jadwal mata kuliah namun tak pernah masuk mengajar, dinilai bermuatan negatife karena dianggap mencitrakan keburukan kampus dan diduga terdapat hasutan dari dosen yang mengajar di Universitas Nuku.

Hal ini diungkapkan Rektor Universitas Nuku Idris Sudin kepada wartawan media ini saat diconfirmasi Senin (11/3/19) di ruang rapat Rektorat, dia mengatakan indikasi tersebut bermula dari adanya perdebatan salah satu Dosen bernama Astuti Ardenan dengan Ketua Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Dan Kehutanan Suwandi Sangaji mengenai praktek mata kuliah yang diajarkan oleh Astuti, dan disaksikan oleh mahasiswa.

“Saya mengindikasikan adanya hasutan ini karena perdebatan yang dilakukan itu disaksikan oleh Mahasiswa, tapi bukan berarti saya memastikan bahwa Astuti yang menghasut mahasiswa untuk demo. Olehnya itu saya berharap perdebatan seperti itu sebaiknya jangan dihadapan mahasiswa,” ungkapnya.

Apa hubungannya antara perdebatan itu dengan Demonstrasi yang dilakukan Mahasiswa.? Ditanya demikian, Rektor tidak mau menghubungkan ke dua masalah tersebut. sehingga ia lebih menitikberatkan pada konteks perdebatan Astuti dan Suwandi yang diaanggap merupakan akumulasi masalah karena tidak mampu memberikan layanan terhadap mahasiswa dengan baik malah berdebat dihadapan Mahasiswa.

Akibat masalah tersebut, Astuti kemudian dikenakan sanksi dari Rektor berupa penundaan NIDN karena dianggap dia (Astuti) dengan Kaprodi Agribisnis tidak harmonis dalam berinteraksi secara internal, sehingga berpotensi mengganggu proses persiapan akreditasi yang sementara berlangsung di Universitas Nuku.

“Kalau Kaprodi yang saya berikan sanksi tentu sangat tidak mungkin karena saya butuh orang dengan kompetensi yang sama dalam rangka menyiapkan kerangka administrasi, maka dari itu dosen bersangkutan saya pending NIDNnya sampai situasi kembali kondusif,” tambahnya.

Untuk itu Rektor menegaskan kepada semua Dosen yang berada di Universitas Nuku agar tidak lagi membangun polemik apalagi sampai menghasut mahasiswa untuk demonstrasi, jika terdapat demikian maka dosen bersangkutan akan dikenakan sanksi. Bahkan tak hanya itu ketegasan ini juga diberlakukan kepada mahasiswa yang apabila merugikan kampus maka akan ditegur sampai dikeluarkan dari Kampus Universitas Nuku.

Terpisah, menanggapi persoalan tersebut, Astuti Ardenan ikut angkat bicara, ia tidak terima jika dirinya di indikasikan sebagai bagian dari hasutan kepada mahasiswa melakukan demonstrasi, pasalnya perdebatan yang dia lakukan dengan Kaprodi Agribisnis, dikarenakan ia menilai Kaprodi terlalu jauh menginterfensi mata kuliah yang dia berikan kepada mahasiswa terutama soal praktek.

“Kaprodi terlalu jauh menginterfensi mata kuliah yang sudah diberikan ke saya, bahkan dia melarang mahasiswa turun praktek terkait dengan mata kulia yang saya berikan, dan itu dia sampaikan di mahasiswa lalu mahasiswa sampaikan ke saya, maka dari itu saya datang untuk menanyakan masalah itu. Selain itu saya juga mempertanyakan SK mata kuliah, namun dia (Kaprodi) bilang saya belum pantas mendapatkan SK karena saya belum punya NIDN sehingga masih sebatas Asisten Dosen, untuk itu saya pertanyakan SK saya sebagai Asisten Dosen. karena tidak mungkin saya harus mengajar tanpa SK, untuk itu saya tidak mau ambil resiko dan saya kembalikan mata kuliah ke Prodi,” tegas Wanita lulusan Magister Universitas Hasanuddin Makassar itu saat dikonfirmasi melalui telephone.

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai