Example floating
Example floating
Headline

Rehabilitasi SDN Lemoa Lassa Diduga Asal Jadi, Gunakan Kayu Lama dan Rusak

×

Rehabilitasi SDN Lemoa Lassa Diduga Asal Jadi, Gunakan Kayu Lama dan Rusak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulsel- Proses rehabilitasi bangunan SDN Lemoa Lassa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, pekerjaan rehabilitasi sekolah tersebut diduga dikerjakan asal jadi, bahkan masih menggunakan material kayu lama yang kondisinya sudah rapuh.hal ini jadi pantauan awak media kamis (25/9/2025).

Sejumlah warga menilai, alih-alih memperbaiki kualitas bangunan agar lebih layak, justru rangka atap sekolah masih banyak memakai kayu bekas yang sudah patah dan tidak diganti. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa dan guru yang beraktivitas di dalam kelas.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Banyak kayu lama dipakai kembali, padahal sudah ada yang retak dan patah. Sangat disayangkan, karena dana rehabilitasi seharusnya digunakan untuk perbaikan maksimal, bukan asal-asalan,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Baca Juga :  Ketahanan Pangan Jadi Isu Strategis Nasional, Wakapolri Luncurkan Buku ke-42 “Mengawal Pangan Menuai Aman"

Selain itu, pekerjaan konstruksi juga dinilai tidak sesuai dengan semangat peningkatan mutu pendidikan yang seharusnya menghadirkan ruang belajar aman dan nyaman. Warga pun berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan aparat pengawas, segera turun tangan melakukan pengecekan.

“Kalau dibiarkan seperti ini, yang rugi adalah anak-anak kita. Mereka butuh sekolah yang aman, bukan bangunan yang sewaktu-waktu bisa membahayakan,” tambah warga lainnya.

Masyarakat meminta pemerintah daerah, khususnya dinas teknis terkait, untuk menindak tegas kontraktor atau pihak pelaksana bila terbukti lalai dan tidak melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Dengan adanya sorotan ini, warga berharap rehabilitasi SDN Lemoa Lassa bisa diperbaiki kembali agar benar-benar sesuai standar, sehingga dapat mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.

Reporter Sattu

Redaksi

Tanggapi Berita Ini