Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Ratusan Massa Kepung Kantor Bupati Gowa, Desakan Mundur Menggema

×

Ratusan Massa Kepung Kantor Bupati Gowa, Desakan Mundur Menggema

Sebarkan artikel ini

faktual.net,Gowa,Sulsel – Gelombang protes terhadap kepemimpinan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kembali mencuat. Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu, Senin (24/8/2026).

Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka menyuarakan tuntutan agar Bupati Gowa mundur dari jabatannya. Mereka menilai sejumlah kebijakan pemerintah daerah telah memicu keresahan dan kekecewaan di tengah masyarakat.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan tajam adalah pencopotan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Massa mempertanyakan dasar kebijakan tersebut dan mendesak pemerintah daerah membuka persoalan itu kepada publik secara transparan.

“Bupati harus mundur!” teriak massa dalam orasinya.

Tidak hanya mahasiswa, sejumlah emak-emak juga ikut turun ke jalan dan menyampaikan protes keras. Suasana aksi semakin panas ketika sejumlah peserta meneriakkan berbagai kritik terhadap kepemimpinan Bupati Gowa.

Salah satu teriakan yang terdengar bahkan menyebut, “Tidak ada malunya janda Katalaka!” Teriakan tersebut sontak menjadi perhatian massa yang berada di lokasi.

Baca Juga :  Pergoki Armada BBM Solar Ilegal di SPBU Tengguli, Tim FWJI dihadang puluhan Ambon

Massa juga membentangkan spanduk berisi tuntutan dan kritik terhadap pemerintah daerah. Orasi dilakukan secara bergantian dengan nada tegas, menuntut adanya pertanggungjawaban dan penjelasan terbuka atas kebijakan-kebijakan yang dinilai kontroversial.

Para demonstran menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar penyampaian aspirasi sesaat. Mereka menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta Bupati Gowa memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat.

“Kami tidak akan diam. Selama belum ada penjelasan terbuka kepada publik, perjuangan ini akan terus dikawal,” tegas salah seorang peserta aksi dalam orasinya.

Massa mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa tidak mengabaikan suara masyarakat. Mereka menilai setiap keputusan pemerintahan yang berdampak pada roda birokrasi dan pelayanan publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk tekanan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Gowa. Massa berharap tuntutan mereka mendapat respons serius, bukan sekadar pernyataan normatif tanpa kejelasan.

Hingga aksi berlangsung, massa tetap menyuarakan tuntutannya di depan Kantor Bupati Gowa dan menegaskan akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut.

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini