Example floating
Example floating
Daerah

Proyek Perpipaan Bontolempangan Disinyalir Menyimpan Banyak Kejanggalan

×

Proyek Perpipaan Bontolempangan Disinyalir Menyimpan Banyak Kejanggalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Gowa. Proyek perpipaan (Pengadaan pipa air bersih, red) di Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) disinyalir telah menyimpan banyak kejanggalan. Selain itu, warga menilai kontraktor yang diduga telah bekerjasama dengan Kepala Desa setempat hanya bekerja asal-asalan dan tidak sesuai bestek.

“Proyek Perpipaan tersebut dikerjakan asal-asalan dan banyak menuai masalah,” ungkap salah satu warga yang enggan menyebutkan identitasnya beberapa waktu lalu.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dikatakannya pula, pada proyek pipa air bersih yang dikerjakan beberapa ratus meter dari Dusun Bungaya Desa Lassa-Lassa dan dialirkan menuju Dusun Taipajawa Desa Bontolempangan tersebut, banyak ditemukan kejanggalan, termasuk pembayaran upah pekerja yang belum dibayarkan.

“Proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp. 300.000.000 rupiah melalui APBD tersebut diduga dikerjakan asal jadi oleh kontraktor proyek, dan juga tanpa papan merk,” ucapnya.

Salah satu tokoh pemuda setempat juga menyebutkan, proyek pengadaan pipa air bersih tersebut asal jadi dan tidak sesuai dengan bestek. Disamping itu, pengerjaan proyek tersebut juga terindikasi tidak sesuai dengan mekanisme dalam perencanaan dan peraturan.

“Dalam bestek proyek itu, mestinya tingkat kedalaman penggalian untuk pemasangan pipa proyek air bersih tersebut sekitar 80 centimeter di bawah tanah,” ulasnya.

Baca Juga :  Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh Bangun Tegaskan UKW Bukan Formalitas, Tapi Benteng Marwah Wartawan

Tingkat kedalaman penggalian dan pemasangan pipa tersebut diduga hanya berkisar kurang lebih 30 centimeter. Masalah serius yang terlihat oleh masyarakat tentang pemasangan yang dilakukan oleh Kontraktor adalah penggalian didalam badan jalan.

“Kami sudah pernah menyampaikan Protes terhadap Kontraktornya, namun kami tidak ditanggapi dan itu sudah jelas sangat melanggar aturan yang ada,” ujarnya

Dipaparkannya, akibat model pekerjaan yang menyalahi aturan maupun bestek tersebut, maka pengadaan pipa air bersih akan cepat rusak.

“Jika pemasangan pipa yang dilakukan kontraktor tersebut dibiarkan maka anggaran yang sudah di berikan oleh pemerintah hanya akan terbuang percuma,” katanya.

Warga juga menegaskan kepada kontraktor proyek tersebut untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki kinerja. “Kontraktor harus tahu diri jangan mencari keuntungan dari proyek ini, karena hanya akan membuang percuma anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah,” tegasnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini masyarakat Dusun Taipajawa belum menikmati air bersih dari proyek perpipaan tersebut.

[Saenal]

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit