Faktual.Net, Kendari, Sultra. Setelah sukses melakukan sosialisasi pemanfaatan limbah berbahan dasar aluminium menjadi wajan dengan menggunakan Tungku Krusibel pada September 2021 di Kelurahan Lepo – Lepo, Kecamatan Wua – Wua, Kota Kendari. Kini kegiatan tersebut masuk pada tahap implementasi.
Bertempat di Laboratorium Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo (UHO). Mahasiswa Teknik Mesin dibawah bimbingan Aminur, ST, M.Eng mencoba melakukan aplikasi dalam produksi prototife wajan yang dihasilkan dari limbah berbahan dasar aluminium.

Limbah – limbah kemasan soft drink, kemasan anti nyamuk, limbah – limbah perbengkelan yang selama ini dibuang percuma, ditangan mahasiswa Teknik Mesin UHO, coba untuk dimanfaatkan kembali.
Proses peleburan pun mulai dilakukan oleh beberapa mahasiswa. Limbah – limbah tersebut dipanaskan dalam Tungku Krusibel dengan titik panas yang telah ditentukan.
“Serara teoritis aluminium dapat melebur pada suhu 662°C namun karena limbah yang dicairkan ini memiliki unsur – unsur paduan lain sehingga dibutuhkan suhu di atasnya, selain itu limbah – limbah tersebut juga sudah terkontaminasi dengan impurity akibat lingkungan. Untuk Tungku Krusibel tdk ada masalah dalam meleburkan limbah kaleng aluminium karena sudah melalui riset yang sdh diterbitkan pada jurnal terakreditasi”, jelas Aminur pada faktual.net, Kamis, Oktober 2021.
Pemanasan dalam Tungku Krusibel mengubah limbah padat menjadi cair, yang selanjutnya cairan tersebut akan dimasukkan dalam cetakan wajan yang telah disiapkan.
Aminur yang merupakan bagian tim peneliti yang tergabung dari beberapa dosen peneliti Teknik Mesin, Fakultas Teknik UHO yang di ketuai Oleh Budiman Sudia, ST, MT mengatakan bahwa hasil yang akan dicapai tentu belum akan maksimal. Tetapi menurutnya langkah awal ini adalah sebuah langkah kecil untuk capaian yang besar dalam upaya pemanfaatan sampah berbahan aluminium.
“Kalau kita melihat hasil, mungkin belum maksimal. Tapi ini adalah sebuah langkah kecil yang lahir dari dunia kampus untuk merancang sebuah target besar dimasa depan. Dan kami akan terus lakukan pengembangan untuk maksimalkan hasil, ucap Aminur.
Menurut Aminur, paska produksi awal dari tahap ini, maka akan ada lagi proses evaluasi guna pengembangan produk wajan yang akan dihasilkan. Tentu evaluasi ini guna menghasilkan sebuah produk yang lebih maksimal lagi.
“Tentu setelah hasil produksi ini. Maka kami Tim dosen akan melakukan evaluasi terhadap hasil. Telah ada produk yang dihasilkan, maka produk ini akan kami kembangkan sampai pada sebuah titik menghasilkan produk yang maksimal”, jelas Aminur.
Ditempat terpisah, Ketua Tim peneliti yang juga Ketua Program Studi S1 Teknik Mesin UHO mengharapkan bahwa output dari program ini kedepannya adalah bisa ada produksi dalam sebuah kapasitas besar, wajan – wajan hasil sampah daur ulang. Dan yang terpenting adalah Teknik Mesin, Fakultas Teknik UHO bisa berkontribusi dalam upaya penanganan sampah di Kota Kendari.
Selain itu, Budi sapaan akrab Budiman Sudia juga berharap, kedepan program studi yang dipimpinnya bisa memproduksi wajan dari limbah dalam jumlah besar guna dimanfaatkan oleh masyarakat.
Untuk menjadi informasi, Tim dosen yang terlibat pada kegiatan ini sepenuh berasal dari tim Dosen Teknik Mesin UHO. Ketua Tim Budiman Sudia, ST.,MT, Anggota : Citra Yurnidasyah, S.Si.,M.Si, Raden Rinova S, ST., M.Eng., Ph.d, Aminur, ST., M.Eng.
Reporter : Aco RI
















