oleh

Plat DuiKker Di Dusun Bulupo’rong Desa Rappolemba Di Pertanyakan Aktivis LSM

Faktual.net, Gowa – Pembangunan Plat DuiKker di  Dusun Bulupo’rong, Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, menuai polemik dan tanda tanya oleh masyarakatnya dan aktivis LSM setempat, 15/10/2020.

Pasalnya, plat Dekker tersebut yang di kerjakan di Tahun 2018, di 2020 baru terpasang Prasastinya dan masuk anggaran Dana Desa di Tahun 2019. Hal itu di ketahui masyarakat setelah papan Prasasti terpasang.

Tokoh masyarakat Desa Rappolemba yang juga Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Rusli   Media Faktual.net Mengatakan, kami selaku masyarakat perlu mempertanyakan anggaran plat DuiKker tersebut karena di tahun 2018 Dekker tersebut dikerjakan tapi di Tahun 2019 di Anggarkan.

“Kami heran setelah kurang lebih Satu Tahun setelah selesai di kerja, baru kami lihat di prasastinya ternyata di anggarkan di Dana Desa sebesar Rp.8.887.200”,ucap Rusli Aktivis LSM Desa Rappolemba.

Baca Juga :  7 Pelanggar Prokes Ops Yustisi Polsek Kepulauan Seribu Utara di Sanksi

Ia juga berharap, harusnya pihak pemerintah Desa Rappolemba transparan kepada masyarakatnya. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, di kerja di tahun 2018, di Anggarkan tahun 2019 dan di pasangi prasasti 2020.

“Kalau di anggar di Dana Desa Kenapa tidak Dari Awal di sampaikan, tentu Kami selaku masyarakat Desa Rappolemba tentunya di buat bertanya-tanya”, tambah Rusli.

Rusli juga berharap kedepannya, agar  pemerintah Desa Rappolemba bisa lebih transparansi dalam penggunaan anggaran Dana Desa.

“Semoga kedepan pihak Pemerintah Desa Rappolemba bisa lebih baik dari dari yang sekarang dan bisa bersinergi dengan para penggiat LSM khususnya yang ada di wilayahnya masing-masing”, tutup Rusli.

Sementara itu Kepala Desa Rappolemba Abdul Harim saat di Komfirmasi Media Faktual.net melalui pesan WhatsApp mengatakan, kronologi pekerjaan plat DuiKker tersebut di kerja di Tahun 2018 karena ulah Masyarakat.

Baca Juga :  121 KK di Empat Pulau Pemukiman,  Terima Bansos dari Polres Kepulauan Seribu

“karena ulah Masyarakat di Tahun 2018 mereka menggali lalu membuat Jembatan darurat yang terbuat dari kayu, baru kurang lebih Dua bulan sudah ada yang rusak jembatan tersebut dan hampir terjadi pertengkaran”, ucap Abdul Harim.

Abdul Harim juga menambahkan, dengan adanya persolan tersebut terpaksa kita pihak Pemerintah pinjamkan bahan supaya masyarakat aman dan kalau bisa agar pihak media bisa memberi tahu saya siapa warga yang sok pintar.

“Jadi saya selaku pihak Pemerintah Desa Rappolemba terpaksa mencari Pinjaman bahan bangunan untuk segera di bangunkan Plat DuiKker agar masyarakat aman”, tutup Abdul Harim Selaku Kades Rappolemba.

Reporter : Enhal Abidin Penaklukh

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :