oleh

Pihak PT Anugerah Bina Karya Mangkir dari Panggilan Sudin Tenaga Kerja Jakut

Faktual.Net, Jakarta – Security karyawan PT ABK yang bertugas di ITC Cempaka Mas dan dirumahkan secara lisan dan juga di PHK secara lisan hingga status keberadaan mereka tidak jelas di PT ABK menempuh jalur hukum melalui dan mengandeng Kantor Hukum SESA Law Firm sebagai kuasa hukum.

Karyawan PT ABK yang terkatung statusnya hadir di kantor Sudin Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Utara untuk memenuhi panggilan dalam rangka “klarifikasi penawaran” pada Rabu, 5/8/2020.

Pada panggilan pertama ini pihak PT ABK mangkir dari panggilan dan belum diketahui alasannya baik dari pihak Kuasa Hukum SESA Law Firm maupun Kantor Sudin Disnaker Jakut.

Kasie Hubungan Industrial dan Kesja Annas menerima mantan karyawan PT ABK dan Kuasa hukumnya yang mewakili kantor SESA Law Firm Yuda Pranata Simanjorang, SH di ruang kerjanya dan hingga waktu yang ditentukan pihak PT ABK tidak ada yang hadir atau mangkir.

Annas menjelaskan kepada faktual.net akan melakukan panggilan kedua.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Cegah Covid-19 di Pulau Payung Polsek Kepulauan Seribu Selatan Temukan 3 Pelanggar Prokes

“Kami sudah menunggu pihak PT ABK tapi hingga waktu yang kami tentukan tidak ada berita apapun dari pihak PT ABK, dan kami akan melakukan panggilan kedua, kita lihat apakah mereka memenuhi panggilan kami tidak, jika tidak ada hal lain yang akan kami lakukan,” ucap Annas.

Sementara pihak kuasa hukum dan juga mantan karyawan PT ABK merasa kecewa dan mengecam ketidakhadiran PT ABK.

“Kami kecewa PT ABK tidak hadir dan kami berharap PT ABK kooperatif dan mengikuti proses hukum, agar kawan-kawan yang belum jelas statusnya bisa segera tahu apa yang dapat diberikan jawaban kepada mereka,” ucap Yuda.

“Kami dari kuasa hukum dan sebagai pendamping kawan-kawan yang pernah bekerja di PT. ABK melaporkan terkait pelanggaran hak, gaji dibawah UMR, tidak ada BPJS, tidak ada hak lembur,” terang Yuda

“Kami menunggu langkah berikutnya dari Sudin Nakertrans yang akan memanggil kembali pihak PT ABK,” ungkap Yuda Pranata Simanjorang SH.

Baca Juga :  Dua Tempat Usaha di Kelurahan Warakas dan Sungai Bambu Ditutup Sementara karena Langgar PSBB

Rudy cs yang mewakili rekannya mengungkapkan kekecewaannya dan menganggap pihak PT ABK pengecut dan tidak bisa pertanggungjawabkan omongannya yang menyatakan akan melakukan proses hukum hingga pihak berwajib, karena kami dianggap sebagai penyebar fitnah dan provokator.

“Kalau ABK memang merasa benar dan katanya mau laporkan kami ke polisi dan harusnya datang bang, kami menilai ABK tidak patuh hukum dan tidak menghargai Sudin Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Utara, dengan mangkir hari ini,” ucap Rudy.

“Kami hingga kini belum tahu status kami dan hak kami juga belum dipenuhi oleh PT ABK, saya dan kawan berharap Dinas ataupun Kementrian Tenaga kerja melakukan pengawasan ketat dan juga inverstigasi ke perusahaan ABK (Anugrah Bina Karya) apakah perusahaan itu sehat dan sudah layak menjadi perusahaan pelayanan jasa yang memperkerjakan ribuan orang,” Rudy mengakhiri.

Reporter : Zul

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :