TANJUNG REDEB— Juara I Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Debora Irene Winer Silitonga, terus mematangkan persiapannya menghadapi kompetisi tingkat nasional pada bulan September 2026 di Jakarta.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Debora melakukan silaturahmi dan berdiskusi dengan Lister Martupa Gurning, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb, yang selama ini juga dikenal masyarakat sebagai kantor syahbandar di Kabupaten Berau, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan Debora untuk memperluas wawasan dan memperoleh masukan mengenai dunia perhubungan, khususnya yang berkaitan dengan aspek keselamatan transportasi.
Tidak hanya mengenai lalu lintas di jalan raya, pembahasan juga mencakup transportasi laut serta keterkaitannya dengan sistem transportasi secara keseluruhan.
Debora mengatakan, masukan yang diterimanya menjadi bekal penting dalam memahami bahwa keselamatan lalu lintas dan angkutan tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang melintas di jalan, tetapi merupakan bagian dari sistem transportasi yang saling terhubung.
Dalam transportasi darat, keselamatan berkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari pengguna jalan, kendaraan, kondisi jalan, hingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Sementara pada transportasi laut, keselamatan mencakup berbagai hal seperti kelaiklautan kapal, keselamatan penumpang dan awak kapal, kelengkapan keselamatan, navigasi, kondisi pelabuhan, hingga kepatuhan terhadap ketentuan pelayaran.
Sedangkan transportasi udara memiliki standar keselamatan yang juga sangat ketat, mulai dari kelayakan pesawat, keselamatan penumpang, pengaturan lalu lintas udara, hingga prosedur operasional penerbangan.
Pemahaman terhadap berbagai moda transportasi tersebut dinilai penting bagi seorang Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ. Sebab, keselamatan transportasi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan perlindungan terhadap pengguna jasa serta mencegah terjadinya kecelakaan dan korban jiwa.
Dalam pertemuan itu, Debora mengaku senang mendapatkan banyak penjelasan dan arahan dari Lister Martupa Gurning. Wawasan yang diperolehnya diharapkan dapat memperkaya materi dan pemahamannya sebelum membawa nama Kalimantan Timur dalam ajang tingkat nasional.
“Banyak hal yang saya dapatkan dari pertemuan ini, terutama mengenai perhubungan dan pentingnya keselamatan dalam berbagai moda transportasi. Masukan ini menjadi bekal bagi saya untuk persiapan menuju tingkat nasional,” ujar Debora.
Bagi Debora, keselamatan berlalu lintas bukan sekadar persoalan menaati rambu atau aturan ketika berkendara. Keselamatan merupakan kesadaran bersama yang harus dibangun sejak usia pelajar agar tercipta budaya tertib dan aman dalam menggunakan berbagai sarana transportasi.
Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya selama proses persiapan dapat diterapkan dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada kalangan pelajar dan masyarakat luas.
Sementara itu, kunjungan ke KUPP Kelas II Tanjung Redeb menjadi salah satu kesempatan bagi Debora untuk mendapatkan perspektif langsung dari instansi yang memiliki tugas dalam penyelenggaraan pelayanan dan pengawasan di bidang kepelabuhanan dan keselamatan pelayaran.
Debora menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas waktu, penjelasan serta masukan yang diberikan Lister Martupa Gurning kepala KUPP Kelas II Tanjung Redeb.
Masukan tersebut diharapkan menjadi bekal tambahan bagi Debora sebelum bertolak ke Jakarta untuk mewakili Kalimantan Timur dalam ajang Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ tingkat nasional.
Perjalanan Debora dari tingkat provinsi menuju nasional pun tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga membawa nama Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur. Semangat tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk memahami pentingnya keselamatan transportasi dan menjadi pelopor tertib berlalu lintas di lingkungannya.(**)
Reporter FN : MR














