faktual.net,Takalar,Sulsel — Edisi Kedua, Rabu (7/10/2026) — Pemberitaan FAKTUAL.NET berjudul “Kapolda Sulsel Tidak Disambut Bupati Saat Pulkam, Pemkab Takalar: Kami Tidak Diundang” berbuntut panjang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar diduga melakukan upaya intimidasi terhadap jurnalis dengan meminta agar pemberitaan tersebut segera dihapus (take down).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Takalar FAKTUAL.NET. Ia membenarkan bahwa pihak Pemkab Takalar melalui Kepala Bagian (Kabag) Protokoler meminta agar berita tersebut segera dihapus.
“Benar, pihak Pemkab Takalar melalui Kabag Protokoler meminta agar berita tersebut segera dihapus,” ungkap Kepala Biro Takalar FAKTUAL.NET kepada Tim redaksi.
Menurutnya, alasan yang disampaikan terkait permintaan penghapusan berita tersebut adalah karena pemberitaan dinilai mengganggu institusi kepolisian, khususnya Polres Takalar.
“Alasannya, pemberitaan tersebut dianggap mengganggu institusi kepolisian Polres Takalar,” jelasnya.
Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak Tim redaksi. Jurnalis FAKTUAL.NET menyampaikan bahwa berita yang diterbitkan telah melalui proses jurnalistik dan sebelumnya telah dilakukan konfirmasi kepada pihak terkait.
“Dari pemberitaan yang kami tayangkan, bagian mana yang tidak sesuai fakta dan tidak terkonfirmasi? Semua sudah sesuai dengan hasil konfirmasi,” ungkap jurnalis FAKTUAL.NET.
Kronologi Percakapan WhatsApp
FAKTUAL.NET juga mengantongi bukti percakapan melalui aplikasi WhatsApp antara jurnalis dengan Kabag Protokoler Pemkab Takalar, Amran Torana.
Dalam percakapan pada 6 Oktober 2026 sekitar pukul 20.27 WITA, Kabag Protokoler menyampaikan:
“Mengenai ketidakhadiran Pak Bupati dan pejabat lainnya waktu Pak Kapolda hadir di Bone-Bone.”
Pesan tersebut kemudian dijawab oleh awak media:
“Iye.”
Selanjutnya, pada pukul 20.28 WITA, jurnalis kembali melakukan konfirmasi dengan menanyakan:
“Karena tidak ada undangan resmi, hanya kunjungan keluarga, bukan tugas kedinasan, begitu mungkin?”
Pesan tersebut kemudian dijawab oleh Kabag Protokoler pada pukul 20.31 WITA:
“Ok.”
Percakapan tersebut menjadi bagian dari konfirmasi yang dilakukan FAKTUAL.NET terkait alasan ketidakhadiran Bupati Takalar dalam penyambutan Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin saat melakukan kunjungan pulang kampung (pulkam) ke Takalar.
Sebelumnya, pihak Pemkab Takalar menyampaikan bahwa Bupati dan pejabat lainnya tidak hadir karena tidak terdapat undangan resmi, mengingat kunjungan tersebut merupakan kunjungan keluarga dan bukan agenda kedinasan.
FAKTUAL.NET menegaskan tetap berkomitmen menjalankan tugas jurnalistik sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, termasuk menjunjung prinsip keberimbangan, konfirmasi, dan kepentingan publik.
Redaksi juga menegaskan tidak akan menghapus pemberitaan yang telah melalui proses jurnalistik dan didasarkan pada informasi serta hasil konfirmasi yang diperoleh di lapangan.
Hingga berita edisi kedua ini diterbitkan, Bupati Takalar Ir. Firdaus Daeng Manye belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan permintaan penghapusan berita maupun dugaan intimidasi terhadap jurnalis tersebut.
Redaksi FAKTUAL.NET tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Pemkab Takalar maupun pihak-pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Penulis: Asman
Kepala Biro Takalar













