Peringati Hari Sumpah Pemuda, Aliansi Mahasiswa Wakatobi Gelar Aksi

82

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Wakatobi memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke- 91 dengan menggelar aksi unjuk rasa (unras) yang berlangsung di pertigaan kampus Universitas Halu Oleo (UHO) pada Senin, 28/10/2019.

Dalam momentum HSP ini, Aliansi Mahasiswa Wakatobi menagangkat dua masalah penting yaitu masalah nasional dan masalah daerah.

Koordinator Lapangan (Korlap) Riki menyampaikan dua masalah penting itu terkait penyelesaian penanganan kasus kematian dua mahasiswa UHO yakni almarhum Randi dan Yusuf yang tewas saat mengikuti aksi unjuk rasa pada 26 September 2019 di Depan Kantor DPRD Sultra yang sampai saat ini pihak kepolisian belum bisa mengungkap dan memastikan siapa pelaku penembakan dua orang pahlawan demokrasi yang gugur itu.

“Adapun masalah daerah yang diangkat adalah merefleksi kepemimpinan pemerintah Kabupaten Wakatobi selama dijabat oleh Arhawi selaku Bupati Kabupaten Wakatobi yang sampai saat ini kami nilai telah gagal membangun Wakatobi baik dari segi sumberdaya manusia maupun infrastruktur” terangnya.

Sementara itu, salah satu orator perwakilan dari mahasiswa pulau Kaledupa yakni Samhadin dalam orasinya menyampaikan bahwa ada warga Kaledupa yang di tangkap oleh kelompok separatis Abu Sayaf yang sampai hari ini belum ada tindakan yang di lakukan oleh Bupati Wakatobi Arhawi untuk membebaskan warganya.

“Masalah yang dihadapi Wakatobi saat ini bukan hanya penangkapan masyarakat Wakatobi oleh Abu Sayaf, akan tetapi ada permasalahan yang sampai saat ini belum terselesaikan selama masa kepemimpinan Arhawi – Ilmiati Daud selaku Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi yakni gagalnya membangun infrastruktur jalan baik daerah Binongko maupun Kaledupa begitupun ke adaan PLN di Binongko dan Kaledupa, hari ini tidak menyala sampai 24 jam dan itu adalah janji yang dijanji oleh bupati Wakatobi saat mencalonkan dulu” tegasnya.

Samhadin menegaskan bahwa “pergerakan hari ini bukan pergerakan yang dibangun atas dasar kepentingan politik, akan tetapi ini adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab mashasiswa sebagai agen of control” tutupnya.

Reporter : La Ode Subroto

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :