Seminar Hasil Penelitian Persepsi Mahasiswa Terhadap Aksi “Surabaya Menggugat”

101

Faktual.Net, Surabaya. Lingkar Studi Sosial Budaya Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya (FISH UNESA) bekerja sama dengan La Societe Institute lakukan Seminar Hasil Penelitian mengangkat tema “Persepsi Mahasiswa terhadap Aksi Demonstrasi di Surabaya Menggugat” yang diselenggarakan di Gedung Dekanat I8 Lt. 3 FISH Unesa Kampus Ketintang, Surabaya.

Narasumber yang dihadirkan dalam seminar ini yakni, Staf Peneliti pada Pusat Studi Portsmouth-Brawijaya Center, Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Romel Masykuri, dan Wakil Dekan bagian Kemahasiswaan dan Alumni FISH Unesa, Bambang Sigit W. Dengan dimoderatori oleh Assistant Pusat Data dan Redaksi LSSB, Wahyu Setiawan.

Bambang mengatakan, penelitian ini hendak mengetahui secara deskriptif bagaimana persepsi mahasiswa terhadap aksi Surabaya Menggugat. Beberapa hal yang akan dilihat antara lain adalah unsur penggerak, faktor yang mempengaruhi (termasuk motif) dan ekspektasi mereka, terhadap gelombang demonstrasi yang merupakan bagian dari dirinya. Perhatian utama pada aksi demonstrasi bukan melulu soal jumlah massa, melainkan juga pesan yang hendak disampaikan di dalam aksi tersebut.

“Jika yang pertama menekankan pada relasi aktor atau penggerak dengan massa yang dikerahkan, maka yang kedua berhubungan dengan bagaimana pesan disuarakan, sehingga ia mampu didengar dan direspons oleh banyak pihak. Kemampuan merespons dan mendengar itulah yang menjadi titik pijak penelitian ini diselenggarakan,” ujarnya dalam seminar. Senin, (28/10/2019).

Pada penelitian ini, pendekatan yang diperlukan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif. Pendekatan kuantitatif melalui random samplingpopulasi kampus yang ada di Surabaya. Setelah ditentukan kampus mana yang relevan, kuesioner akan disebar pada tiap mahasiswa untuk dijadikan responden. Responden adalah mahasiswa yang pernah mengikuti aksi demonstrasi, mahasiswa yang baru pertama kali ikut aksi demonstrasi pada Surabaya Menggugat, maupun mahasiswa yang tidak pernah ikut demonstrasi.

“Dari pemilihan responden ini akan terbaca seberapa dalam pengetahuan mereka, antara yang sudah terbiasa mengikuti aksi dan yang baru pertama kali terlibat, atau bahkan yang belum pernah mengikuti demonstrasi mengenai signifikansi aksi demonstrasi. Persepsi ini meliputi ekspektasi, motivasi dan pesan yang disampaikan pada aksi tersebut,” ungkap Bambang.

Berikut hasil penelitiannya :

  1. Surabaya menggugat adalah aksi yang pertama kali diikuti sebesar 41%.
  2. Saya pernah mengikuti aksi demonstrasi pada sebelum-sebelumnya sebesar 7%.
  3. Saya mendapatkan informasi Surabaya Menggugat dari media sosial sebesar 79%.
  4. Saya mendapatkan informasi dari teman sebesar 76%.
  5. Saya mengikuti aksi demonstrasi karena ajakan seseorang sebesar 11%.
  6. Saya mengikuti aksi demonstrasi karena penasaran dengan demo sebesar 14%.
  7. Saya mengikuti aksi Surabaya Menggugat sebab terpancing dengan aksi-aksi di kota-kota lain sebesar 8%.
  8. Saya mengikuti aksi sebab tuntutanny mewakili kegelisahan saya sebagai warga negara sebesar 50%.
  9. Saya mengetahui isu yang memantik aksi demonstrasi sebesar 70%.
  10. Apakah anda setuju dengan tuntutan aksi Surabaya Menggugat? sebesar 88%.
  11. Dari sekian banyak tuntutan aksi, adakah yang mewakili aspirasi anda? sebesar 75%.
  12. Apakah anda yakin jika aksi seperti Surabaya Menguggat dapat mengubah kebijakan? sebesar 82%. (ari)
Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :
Baca Juga :  Sekdes Tamalate Diduga jarang Berkantor Bupati Gowa Diminta Ambil Tindakan