Example floating
Example floating
Headline

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Mengadakan Sosialisasi Hari Paru Sedunia 2025

×

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Mengadakan Sosialisasi Hari Paru Sedunia 2025

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta Selatan, DKI Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Paru Sedunia 2025 yang jatuh pada tanggal 25 September, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengadakan sosialisasi melalui Zoom dengan tema “Paru Sehat, Hidup Sehat”. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan paru sebagai organ vital penopang kehidupan.

Hari Paru Sedunia menjadi momentum global untuk mengingatkan kita akan pentingnya paru-paru. Tema global tahun 2025, “Healthy Lungs, Healthy Life,” mengajak seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan pembuat kebijakan untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru dan mengambil langkah nyata dalam mencegah serta mengurangi beban penyakit paru di Indonesia.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu


Indonesia menghadapi tantangan besar terkait penyakit paru. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan angka yang mengkhawatirkan:

– Lebih dari satu juta kasus baru Tuberkulosis (TB) dengan lebih dari 100.000 kematian setiap tahun.
– Pneumonia menyebabkan lebih dari 300 ribu kasus dan lebih dari 50 ribu kematian per tahun.
– Kanker paru menduduki posisi puncak penyebab kematian akibat kanker, dengan lebih dari 30 ribu kasus baru dan 20 ribu kematian per tahun.
– Sekitar 9 juta orang menderita PPOK dan 12 juta orang menderita asma di Indonesia.

Selain itu, infeksi jamur paru (mikosis paru) semakin meningkat, terutama pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh rendah. Penyakit paru akibat pekerjaan juga menjadi perhatian, terkait dengan pajanan debu, asap industri, dan zat kimia.

Baca Juga :  Diduga Kuasai Lahan Adat Secara Sepihak, PT NPR Diminta Penuhi Kewajiban Ganti Rugi dan Warga Karedan Dapat Perlindungan Hukum

Merokok menjadi faktor risiko utama penyakit paru. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat 70 juta perokok aktif di Indonesia, dengan lebih dari 70% laki-laki sebagai perokok dan 56,5% di antaranya adalah remaja usia 15-19 tahun. WHO menyoroti peningkatan konsumsi rokok di Indonesia yang mengancam generasi muda.

Ancaman lain datang dari kebakaran hutan dan lahan gambut, polusi udara dari kendaraan, industri, serta perubahan iklim yang memperburuk kondisi paru masyarakat.

PDPI menekankan pentingnya upaya preventif seperti imunisasi, skrining, edukasi, dan penguatan regulasi. Inovasi medis juga terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit paru berat.

PDPI mengajak setiap individu untuk mengambil langkah nyata menjaga paru-paru, seperti:

1. Menghindari polusi udara.
2. Berhenti merokok dan menjauhi asap rokok.
3. Melakukan vaksinasi.
4. Aktivitas fisik dan olahraga teratur.
5. Konsumsi bergizi dan tidur berkualitas.
6. Pemeriksaan berkala.

PDPI juga menyerukan dukungan dari Pemerintah, DPR, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, dan media massa untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia sehat pernapasan.

“Paru yang sehat adalah dasar kehidupan yang sehat. Mari bersama wujudkan Indonesia dengan udara yang lebih bersih, bebas asap rokok, dan layanan kesehatan paru yang lebih merata,” ujar Prof Ana, menutup acara sosialisasi. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ruang kerja dan kebersihan AC untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Reporter: Sri Supraptiningsih

Tanggapi Berita Ini