Pergeseran Pipa Selesai, Saat Ini Proses Normalisasi dan Terus Kirim Air Tangki Gratis

10

Faktual.Net, Surabaya. Beberapa rumah pelanggan airnya sudah mulai mengalir kembali, salah satunya Ragista Yossi, warga Simo Sidomulyo gang 7. Yossi mengatakan bahwa, kran air di rumahnya sudah mulai keluar, walaupun tidak sederas biasanya.

“Alhamdulillah, kran depan sudah mengalir, tinggal kran yang di dalam mungkin sebentar lagi,” bebernya pada keterangan tertulis PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Mujiaman mengatakan, pergeseran pipa diameter 800mm di proyek alun-alun Surabaya jalan Yos Sudarso selesa, Selasa (10/9) sore. Setelah pekerjaan selesai, PDAM Surya Sembada mengoperasikan kembali instalasi pengolahan air minum (IPAM) Ngagel 2.

“Setelah mengoperasikan IPAM Ngagel 2 yang sempat dipadamkan, proses selanjutnya adalah membuka valve (katup) pipa distribusi untuk kembali menormalkan distribusi air ke pelanggan,” tebar Mujiaman pada awak media di Kantor PDAM Surya Sembada Surabaya. Rabu, (11/9/2019).

Proses normalisasi ini memang membutuhkan waktu dan bertahap. Beberapa wiiayah yang distribusi airnya akan segera normal adalah : Jagir Wonokromo, Kendal Sari, Pandugo, Ngagel, Nginden, Ketintang, A Yani, Darmo, Progo, Ciliwung, Kapuas, Dinoyo, Tumapel, Doho, Pandegiling, Dr. Sutomo, Trunojoyo, Urip Sumoharjo, Panglima Sudirman, Embong Kenongo, Embong Ploso, Ambengan, Jakgung Suprapto, Undaan Simokerto, Simoiawang, Sidorame, Sidotopo Lor, Pegirian, DBAL (TNl AL), Danakarya, Pati Unus, PT. PAL, Wonosari, Wonokusuno, Wono Arum, Darmo, Panglima Sudirman, Nias, Yos Sudarso, Walikota Mustajab, Undaan, Pasar Atom, Pegirian, Wonosari, Wonokusumo dan wilayah sekitarnya.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, PDAM Surya Sembada terus mengirimkan air tangki ke beberapa peianggan yang terdampak. Total air tangki yang dikirimkan sejak dimulainya pekerjaan pergeseran ini sampai kemarin, Senin (9/9), adalah sekitar 500 tangki dengan total armada 25 tangki,” lugasnya.

Pergeseran pipa ini memang sempat tertunda, penyelesaiannya karena mengalami beberapa kendala,diantaranya adanya penyesuaian-penyesuaian pengerjaan lapangan dan detail perencanaan karena keterbatasan data pendukung.

“Selain itu, pipa diseluruh kota Surabaya ini menyatu ada banyak jaringan yang meskipun sudah antisipasi tutup katupnya, ternyata masih ada air mengalir bahkan bertekanan ke pipa tersebut, sehingga menganggu pengelasan,” beber Mujiaman. (ari)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :
Baca Juga :  Rapat Paripurna Penetapan Pimpinan Tetap DPRD Kota Kendari 2019/2024 Digelar, Putra Ridwan Jabat Wakil Ketua