oleh

Penyuluh & Pendamping Program READSI Jembatan Produktivitas Petani

📷Ketgam: Foto bersama Peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Desa 3 Kabupaten (Konawe, Kolaka, Kolaka Utara) bersama Kepala Dinas Tanamam Pangan dan Peternakan Prov. Sultra Drs H. Muh. Djudul, M.Sc, Kepala Bidang Penyuluhan Distannak Sultra Dr. Ir. Mazhfia Umar, MM. dan TA READSI Sultra Aisa Rauf, Narsum Widyaiswara – Batang Kaluku Jamaludin Al Afgani.

Faktual.Net, Kedari, Sultra – Kementerian Pertanian kembali menggeralar pelatihan peningkatan kapasitas bagi 195 orang tenaga pendamping atau fasilitator desa Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI), serentak di tiga provinsi, yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo. Kegiatan dibuka resmi secara virtual dari Jakarta oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr., Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementan RI. Jum’at, (18/02/2022).

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Desa tahun ini, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendamping atau Fasilitator Desa Program READSI dalam melakukan pengawalan penguatan kelompok tani menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang kuat, pengembangan usaha bersama menjadi KEP, akses pasar serta akses permodalam melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui sambutannya Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr., Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementan RI, meminta agar para penyuluh dan pendamping tenaga pemberdayaan petani dapat menjadi jembatan produktivitas petani di desa.

“SDM penyuluh dan pendamping adalah jembatan produktivitas petani, inovasi dan teknologi. Apabila jembatan rapuh maka tentu tidak dapat dilalui oleh kendaraan, sehingga peran penyuluh dan pendamping sangat luar biasa. Tugas penyuluh dan pendamping sederhana, bagaimana menyakinkan petani bagaimana menginjek petani, bagaimana pedekate, diskusi, bagaimana mengelola keuangan dari KUR, bagaimama mengelola sapras dengan baik, mengelola tanah dengan baik, agar mampu berproduktivitas dengan baik, merawat tanaman tidak kekurangan pupuk tidak kekurangan air, bagaimana cara mengelolo hasil pasca panen.” Potongan sambutan Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr., Kepala Badan PPSDMP.

Program READSI merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pertanian dibawah Komando Dr. H. Syahrul Yasin Limpo S.H. M.Si.,MH sebagai Menteri Pertanian RI pada periode kedua kabinet Presiden Jokowi.

Memasuki tahun keempat implementasi Program READSI di Indonesia, peningkatan kapasitas SDM pertanian dan kelembagaan petani berorientasi usaha formal, sinergi dan penumbuhan korporasi Petani, Kostratani, smart farming dan digitalisai pertanian yang mendukung program utama Kementerian Pertanian, maka berbagai upaya pelatihan digenjot untuk mendukung output Program READSI, hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc dalam laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pendamping Program READSI di tiga provinsi, yang dilaksanakan tanggal 18-20 Februari 2022, masing-masing di Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Gorontalo.

📷Ketgam: Suasana Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Desa di Sulawesi Tenggara, saat mengikuti virtual meeting dari Jakarta Oleh Kepala BPPSDMP Kementan RI. Prof. Dr. Ir Dedi Nusyamsi, M.Agr.

Khusus pelaksanaan pelatihan di Provinsi Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan di Hotel Claro Kendari, melibatkan tiga kabupaten pelaksana Program READSI yaitu Kabupaten Konawe, Kolaka dan Kolaka Utara, melibatkan tenaga pendamping atau Fasilitator Desa, Penyuluh dan pengelola Program READSI tingkat Provinsi Sultra yaitu Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra dan kabupaten. Pembukaan pelatihan tersebut dihadiri pula oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Drs. M. Djudul, M.Si.

Program READSI menurut Drs. M. Djudul, M.Si, sejalah dengan visi misi pemerintah Sultra, salah satunya adalah kedaulatan pangan. Ia berharap kolaborasi antara penyuluh dan pendamping tenaga pemberdayaan atau Fasilitator Desa, menjadi penyemangat pengawalan implematasi Program READSI.

“Program READSI searah dengan visi misi pemerintah Sultra, salah satunya kedaulatan di bidang pangan, ini saya tarik dengan korelasi pada tema kita ini. Inilah yang sebenarnya menjadi sebuah semangat, apa yang diperankan oleh bapak ibu sebagai ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat petani dengan berkolaborasi antara penyuluh dan pendamping,” Drs. M. Djudul, M.Si, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra.

Moderator kegiatan dipandu virtual oleh Manajer NPMO READSI Bayu Rahmawan, SP, MM dan Team Leader READSI Wahyudin Kessa. Adapun materi pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pemberdayaan selama tiga hari antara lain, Progres dan Evauasi Kegiatan Tim Pemberdayaan Masyarakat, disampaikan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDM Kementan RI, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc., Transformasi Kelembagaan Petani Menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani oleh Ir. I Wayan Ediana, M. Si Koordinator program dan kerjasama Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan RI, Studi Kelayakan Usaha oleh Jamaluddin Al Afgani (Widyaiswara Ahli Madya) spesialisasi bidang pertanian organik, Balai Besar Pelatihan Pertanian Batang Kaluku. Memahami arti penting usaha bersama dan organisasi manajemen oleh Tim READSI Sultra Aisa Rauf dan TA Bobi Umar.

Penutupan tingkat Provinsi Sultra pada hari ketiga, Minggu 20 Februari 2022, ditutup oleh Kabid Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Dr. Ir Mazhfiah Umar, MM. Diakhir penutupan pihaknya menghimbau agar penyuluh dan pendamping bersinergis dalam mengawal Program READSI dilapangan. (DYA)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :