Example floating
Example floating
Daerah

Pemkab Batang Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran, Wabup Prediksi Puncak Terjadi 18 Maret 2026

×

Pemkab Batang Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran, Wabup Prediksi Puncak Terjadi 18 Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang bersama jajaran kepolisian mulai mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu fokus utama adalah mengantisipasi lonjakan pemudik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 18 Maret 2026.

Wakil Bupati Batang, Suyono, mengatakan bahwa persiapan pengamanan Lebaran telah dibahas secara nasional oleh kementerian terkait bersama aparat kepolisian. Koordinasi tersebut juga ditindaklanjuti hingga ke tingkat daerah guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Pengamanan Lebaran sudah dibahas dalam rapat koordinasi nasional bersama kementerian terkait dan jajaran kepolisian. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sehingga baik pemerintah pusat maupun daerah akan mempersiapkan langkah antisipasi secara matang,” ujar Suyono saat ditemui di kantornya, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Batang akan terus memperkuat sinergi dengan Polres Batang serta instansi terkait lainnya untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama periode mudik Lebaran.

Selain fokus pada pengamanan, pemerintah daerah juga berupaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan melalui program pasar murah yang digelar di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Diskominfo Sulsel Minta Warga Laporkan Nomor Penipuan Catut Nama Wagub

“Untuk membantu masyarakat, kami juga mengadakan pasar murah. Program ini sudah berjalan dan akan terus dilaksanakan hingga menjelang akhir bulan Ramadan,” jelasnya.

Program tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

Terkait tradisi takbir keliling yang biasanya digelar masyarakat pada malam Lebaran, Suyono menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat. Meski demikian, ia mengimbau agar pelaksanaannya tetap memperhatikan faktor keamanan dan ketertiban.

“Takbir keliling memang sudah menjadi tradisi masyarakat. Silakan dilaksanakan, tetapi akan lebih baik jika dilakukan di masjid atau musala agar tetap aman dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Batang untuk bersama-sama menjaga situasi yang kondusif selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri, sehingga suasana hari raya dapat dirayakan dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan.

Redaksi

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit