Faktual.Net, Jakarta. Pasien yang mendapatkan perawatan di ruangan Gedung
D 1401 mengeluhkan karena pendingin ruangan (AC) tidak berfungsi dengan layak, hingga membuat pasien merasa tidak nyaman.
Komplain yang diarahkan kepada jajaran Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara dan juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta Jajarannya yang dinilai belum optimal dalam penggunaan anggaran perawatan fasilitas rumah sakit dan juga pengawasan operasional rumah sakit.
Pasien yang berada di Gedung D mengatakan sudah berada di RS Koja sejak hari Rabu, 3/6/2020 mengatakan kepada faktual.net pada Sabtu, 6/6/2020 sudah menginformasikan kepada pihak rumah sakit tapi hingga berita ini ditayangkan belum ada perubahan.
“Kami di ruangan ini 1401 Gedung D sudah full dengan 7 pasien plus masing-masing penjaga pasien 1 orang. Kami tidak tahu apakah sedemikian parahnya kerusakan AC rumah sakit ini,” ucap pasien.
“Info dari pasien terdahulu mereka sudah merasakan kurang nyaman, saya saja sudah sejak hari rabu di sini sudah kepanasan dan tidak betah, mungkin beginilah nasib orang miskin yang dirawat di kelas 3, yang mungkin perawatan fasilitasnya dilakukan kalau ada yang komplain,” ucap pasien.
Adanya informasi pasien RS Koja faktual.net mengkonfirmasi kepada Dirut RS Koja Ida Bagus Nyoman Banjar (IBN Banjar) melalui media WA Sabtu (06/06/2020) menjelaskan, bahwa proses perbaikan sedang dilakukan dan hingga berita ini tayang teknisi AC masih melakukan perbaikan.
“AC Gedung D saat ini ada masalah oleh karena beberapa kompononen kena korosif. Saat ini sedang di TL oleh teknisi dari merk ACnya , sistem ac central butuh waktu,” jelas IBN Banjar
“Proses perbaikan sudah berlangsung dari beberapa hari, kerusakan yang teridentifikasi lantai 11, 12, 13, 14.
Ketika kita mau mencari solusi struktur gedung tidak memungkinkan ditutup kaca semua memakai ac split atau standing ac. Penempatan outdoor nya susah, team siang malam sedang menangani,” ungkap IBN Banjar.
Info terakhir yang didapat faktual.net dari pasien pihak RS Koja akan menutup ruangan yang bermasalah dengan AC.
“Kalau seandainya belum bisa kita selesaikan, kami harus memutuskan untuk menutup sementara penggunaan ruangan tersebut, untuk kenyamanan pasien saat ini kami berusaha untuk menyelesaikan,” ucap pihak RS Koja. (Zul)
















