Pancasila Untuk Papua

105

FAKTUAL.NET, JAKARTA – Rieke Diah Pitaloka, anggota DPR periode 2014-2019 fraksi PDIP bersama elemen masyarakat perwakilan dari beberapa daerah yaitu Sumatera Utara, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku , DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Etnis Tionghoa hadir untuk memberikan doa bersama sebagai dukungan dan simpatisan cinta terhadap Papua dan NKRI, di Tugu Proklamasi pada Selasa malam 20/08/2019 Jakarta.

Malam renungan doa dengan menyalahkan lilin ini adalah juga sebagai ucapan rasa sukur atas keadaan yang sudah kondusif di Papua Barat terkait peristiwa aksi demonstrasi protes diskriminasi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dan masyarakat di Manokwari dan Sorong, Papua Barat beberapa hari yang lalu.

Peserta sedang menyalakan lilin Pancasila untuk Papua

Sebagai mana diketahui adanya peristiwa yang disulut oleh kejadian di Surabaya dan Malang pada 16 Agustus dan 17 Agustus 2019 pada saat Bangsa Indonesia merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 74 tahun, berita hoax terkait adanya pembuangan bendera merah putih di selokan menyebabkan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.
Intimidasi, perusakan Asrama dan ucapan merendahkan mahasiswa Papua bernada rasis dan adanya negosiasi yang menemui jalan buntu hingga adanya gas air mata, berujung pada evakuasi kepada 42 orang mahasiswa Papua oleh aparat Kepolisian.

Baca Juga :  Ini dia ! Sekilas Pembangunan Butur dalam Expo 4 Tahun pemerintahan Abu Hasan dan Ramadio
Peserta antusias mengikuti aksi

Kehadiran sosial media yang turut memantik demonstrasi Masyarakat Papua Barat membuat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa dan Walikota Jawa Jawa Timur, Tri Rismaharini meminta maaf atas kejadian yang sangat disesalkan itu.

Sebagai Bangsa yang besar, Indonesia dengan beragam suku, adat istiadat dan agama yang berbeda harus membangun komunikasi heterogen yang baik.
Sebuah pelajaran yang harus dibayar mahal dari peristiwa ini terutama berbagai viral hoax yang mengancam persatuan dan kesatuan NKRI.

Baca Juga :  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gowa Tanam Rumput Vetiver Di Desa Ulujangan

Perlu penuntasan yang seksama bukan saja adanya berita hoax tetapi mengusut tuntas masalah rasisme yang melanggar HAM, pasal 4 Undang-undang No. 40 tahun 2008.

Papua adalah Bagian Indonesia, Papua adalah saudara sebangsa dan setanah air, rasa kedamaian dan kebersamaan harus dibangun dan dijaga. Sumpah setia harus dirawat dan menjauhi berita viral hoax yang berdampak pada perpecahan antar suku dan agamauntuk saling merangkul dalam NKRI.

(Johan Sopaheluwakan / Dyan Sevika)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :