Muhammad Sinen Ajak DPRD Kurangi Biaya Perjalanan Dinas

32

Faktual.Net, Tidore. Menyikapi persoalan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diharapkan pada tahun 2019 mendatang dapat berpihak sepenuhnya terhadap masyarakat. Wakil Walikota Kota Tidore Kepulauan mengajak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tikep untuk mengurangi biaya Perjalanan Dinas maupun kegiatan lainnya.

Pasalnya, kebijakan terkait dengan kenaikan Insentif bagi Imam, Sara dan Pendeta beserta Kesehatan Gratis bagi masyarakat kurang mampu di kota Tikep membutuhkan kesimbangan anggaran, dimana apabila anggaran tersebut dialokasikan pada dua kebijakan itu pada APBD tahun 2019, tentu berpengaruh terhadap kemampuan anggaran yang masih terbatas.

Olehnya itu, Wawali meminta agar DPRD dan Pemerintah Kota Tikep bisa duduk bersama untuk memangkas anggaran DPRD dan Pemkot Tikep sehingga bisa menaikan anggaran yang tentu berpihak terhadap masyarakat.

“Kalau soal kenaikan insentif imam sara dan pendeta beserta kesehatan gratis ini saya sangat setuju, bila perlu insentif imam, sara dan pendeta itu dinaikan jangan hanya Rp. 500 Ribu melainkan 1 juta perbulan, tapi dengan catatan DPRD mau atau tidak kalau biaya mereka dikurangi, seperti perjalanan dinas atau kegiatan lainnya” ungkapnya saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya pada Jumat, 9/11/2018.

Baca Juga :  Bupati Konsel Sebut Kolono Timur Banyak Miliki Potensi Unggulan

Lebih lanjut, lelaki yang akrab disapa Ayah Erik itu mengatakan bahwa dimasa kepemimpinannya bersama Ali Ibrahim selaku Walikota Kota Tikep, mereka telah merealisasikan janji politiknya mengenai kenaikan Insentif, imam sara dan pendeta.

Dimana menurut dia, anggaran insentif yang pada masa kepemimpinan sebelumnya hanya berkisar sekitar Rp. 300 ribu per triwulan, namun dimasa kepemimpinannya bersama dengan Ali Ibrahim insentif itu dinaikan 100 persen sehingga menjadi 600 ribu per triwulan.

“Kalau DPRD pertahankan anggaran mereka dengan biaya yang besar lalu kita mau ambil anggaran darimana, untuk itu perlu didudukan secara bersama agar anggaran milik DPRD maupun Pemkot ini bisa kita kurangi demi kepentingan masyarakat, dan saya dengan pak wali tentu legowo apabila anggaran kami ikut dikurangi, jika itu menjadi kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga :  Bupati Konsel Harap Pemerintah Koltim Tingkatkan Pelayanan

Sekedar diketahui, untuk pembiayaan bagi Insentif Imam, Sara dan Pendeta yang berada di tingkat kelurahan yang berjumlah sebanyak 1.083 orang, berdasarkan data yang dimiliki bagian Bina Kesra Sekretariat Daerah Kota Tikep maka anggaran yang ditargetkan pada tahun 2019 mendatang akan diberikan perbulan senilai Rp. 500 Ribu, dengan rincian terdiri dari Imam sebanyak 193 orang, sara 884 orang dan pendeta sebanyak 6 orang sehingga total anggaran yang dibutuhkan kurang lebih mencapai Rp. 6,7 Milyar.

Sementara untuk pembiayaan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu di Kota Tikep berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Tikep yang berjumlah sebanyak 40.459 jiwa, membutuhkan anggaran kurang lebih sekitar Rp. 13 Milyar.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :