Minyak Urut Alam Puncak Daya Tarik Kunjungan Tim KB-Kes Provinsi Dan PKK Kota Kendari

96

Faktual.net, Kendari, Sultra. Minyak urut dengan merek Alam Puncak yang diolah secara tradisional oleh Perkumpulan Perempuan Peduli Lingkungan, beralamat di kelurahan Watu-Watu kecamatan Kendari Barat kota Kendari, dikunjungi oleh Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Berencana – Kesehatan lingkungan (KB-Kes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Tim PKK, KB-Kes Kota Kendari pada 14/1/2019.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka lomba PKK Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Berencana – Kesehatan lingkungan (KB-Kes), dimana tempat pengolahan minyak urut khas Kendari ini menjadi daya tarik penilaian lomba.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sri Lestari Sulkarnain, S.Pd M.Si pelaksana ketua PKK kota Kendari, saat berkunjung di kelurahan Watu-Watu kecamatan Kendari Barat kota Kendari.

Baca Juga :  Libatkan Anak TK dan SD, BeSS Mansion Apartment Rayakan Imlek dan Lomba Mewarnai
Tim Penilai Dinkes Provinsi dan Dinkes Kota Kendari

“Kami apresiasi dengan usaha pembuatan minyak urut Alam Puncak, ini menjadi daya tarik lomba,” ungkap Sri Sulkarnain didampingi tim PKK, KB-Kes kota Kendari. Tak lupa tim PKK kota Kendari tersebut membeli beberapa botol untuk dibawa pulang. “Kami akan coba pakai untuk anggota keluarga di rumah,” ungkap Sri Sulkarnain yang didampingi aparat dan tim PKK kecamatan serta kelurahan.

Lokasi pembuatan minyak urut Alam Puncak juga mendapat kunjungan dari tim penilai lomba KB-Kes dari Dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi Sultra dan Dinas Kesehatan Kota Kendari pada hari yang sama namun jam yang berbeda, tim Dinkes Provinsi yang meninjau lokasi pengolahan minyak urut Alam Puncak adalah Tusiman SKM, M.Kes dan Fatma Suryana SKM, M.Kes, tim Dinkes kota Kendari adalah Nurmiati SKM, La Ode Muh Dasmin SKM, serta turut pula dihadiri kepala puskesmas Kemaraya Irfan SKM bersama anggotanya Salwiah A.Mkl, dan Siti Asmawati SKM.

Baca Juga :  Upaya Peninjauan Kembali Tarif Kelas 3 BPJS, Menkes Terawan Putuskan Senin Besok

“Kami melihat lingkungan disini bersih, kebun serta lokasi pembuatan minyak urut juga bebas sampah,” ungkap salah seorang tim. Tak lupa mereka meminta diperlihatkan bahan baku dan proses pengolahan pembuatan minyak urut.

Reporter : Wa Ode Deli Yusniati

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :