Example floating
Example floating
Headline

Milad 29 Tahun PBHI Militerisasi dan Totalitarian, Obituari Johnson Panjaitan Advokasi HAM dan Pembebasan

×

Milad 29 Tahun PBHI Militerisasi dan Totalitarian, Obituari Johnson Panjaitan Advokasi HAM dan Pembebasan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) yang didirikan pada tahun 1996 menggelar peringatan perjalanannya selama 29 tahun di Cafe Sadjoe Tebet Jakarta Selatan pada Rabu (05/11/25).

PBHI adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada pembelaan dan pemajuan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Memasuki usia ke-29 tahun, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Peringatan HUT PBHI tahun ini mengusung tema “Militerisasi & Totalitarian Obituary”, sebuah refleksi mendalam atas situasi kebebasan sipil dan ruang demokrasi yang kian menyempit di Indonesia.

Selain 29 tahun PBHI juga turut digelar peringatan mengenang pendiri PBHI Johnson Panjaitan, S.H. (11 Juni 1966 – 26 Oktober 2025) yang merupakan seorang ahli hukum dan aktivis Indonesia. Ia merupakan pengacara Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI). Johnson Panjaitan juga sering menulis artikel tentang reformasi hukum dan hak asasi manusia di media nasional.

Baca Juga :  Hasrun Bukia: RS Pepakulia Aset Pemda Morowali, Sudah Terverifikasi Yuridis

Turut Hadir Hendardi yang adalah teman seperjuangan dari Johnson Panjaitan, S.H. yang seorang aktivis pejuang HAM juga .

“ Pertama-tama saya mengucapkan bela sungkawa sedalamnya kepada keluarga Johnson Panjaitan, istri serta anak-anaknya, yang kedua perkenankan saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada PBHI yang ke-29, “ ujar Hendardi

Usia yang tidak muda lagi untuk PBHI untuk tetap bertahan dan berjuang untuk seluruh masyarakat indonesia .

Hendardi mengingat perjuangannya bersama Johnson Panjaitan dalam peristiwa Timor Timur, Aceh serta kasus Munir.

Semoga berpulangnya Johnson Panjaitan, tidak menyurutkan semangat untuk membela HAM dan akan melahirkan anak anak muda yang lain seperti Johnson Panjaitan sebagai pejuang HAM dan pembebasan.

Reporter Sri Supraptiningsih

Tanggapi Berita Ini