Faktual.Net, Kendari –Tanpa kita sadari kemajuan zaman memiliki banyak dampak kepada generasi muda. Dari dampak positif hingga dampak negatif sekalipun. Adapun dampak positif bagi generasi muda diantaranya memudahkan untuk mendapatkan informasi dari panca negara serta memberi banyak edukasi untuk pendidikan.
Dampak buruk juga bakal penulis lampirkan dengan adanya beberapa hal diantaranya yaitu banyaknya budaya luar masuk di Indonesia, sehingga mengurangi rasa cinta terhadap budaya sendiri.
Generasi muda merupakan harapan bangsa untuk kemajuan dan perkembangan. Tidak ada generasi muda yang bersantai-santai dalam masanya. Generasi muda harus di gembleng dengan berbagai pemahaman, baik pemahaman nasional, politik, dan pendidikan agama serta umum.
Problematika yang di alami oleh generasi muda sekarang ini adalah hilangnya rasa cinta terhadap bangsanya sendiri. Salah satu bentuk cinta terhadap bangsa Indonesia adalah mencintai produk dalam negeri. Sedangkan melihat generasi sekarang, mereka malah terlalu bangga dengan produk-produk dari luar negeri dengan harga yang juga terbilang cukup mahal.
Sebagai penerus bangsa Indonesia, kita harus menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap semua hal baik yang di produksi oleh bangsa Indonesia. Selain produk, Indonesia juga memiliki ciri khas saling membantu satu sama lain. Ciri khas itu sudah tecipta sejak zaman pejajahan dulu, di mana bangsa Indonesia saling bahu membahu untuk mencapai kemerdekaan dan terbebas dari penjajahan.
Kemajuan bangsa dapat dilihat dari para pemuda yang hidup di masa sekarang. Selain belajar, generasi muda harus mendukung segala produk dalam negeri untuk kemajuan para pembisnis kecil. Rasa sosial yang tinggi harus ada pada diri pemuda. Dan juga menjaga warisan budaya dapat menjadi salah satu bentuk cinta tanah air.
Generasi muda lupa bahwa budaya Indonesia merupakan warisan bangsa. Banyak budaya Indonesia yang perlahan hilang dan sirna, karena kalah saing oleh adanya budaya asing. Kemajuan zaman ini membuat generasi muda lupa bahwa sikap Nasionalisme harus tetap dipegang teguh. Kemajuan bangsa juga mendapat pengaruh dari paham Nasionalisme.
Mengutip pendapat Ernest Renan, bahwa nasionalisme merupakan suatu keinginan besar untuk mewujudkan persatuan dalam bernegara. Dalam Wikipedia disebutkan bahwa nasionalisme adalah paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah bangsa dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama. Pada intinya nasionalisme merupakan rasa cinta tanah air sehinga mendorong aksi untuk memajukan negeri.
Paham Nasinonalisme harus ditanamkan kepada generasi muda. Karena pada hakikatnya Indonesia merdeka dan terbentuk juga karena sikap nasionalisme yang tinggi. Pada masa penjajahan dulu, jika para pahlawan tidak memiliki rasa nasionalisme dalam dirinya, negara Indonesia tidak akan terbentuk. Rasa nasionalisme harus disadarkan kepada jiwa generasi muda. Dengan alih bertujuan untuk memperkuat tali persaudaraan antar bangsa, tumbuh rasa untuk menjaga kedaulatan bangsa, serta menjaga macam-macam budaya Indonesia.
Paham nasioalisme dapat tumbuh dan tertanam dengan sempurna bila individu tersebut memahami sejarah bangsa Indonesia. Karena pada hakikatnya paham nasionalisme bangsa Indonesia terbentu sejak zaman penjajahan atau sebelum Indonesia merdeka. Adapun kepentingan bangsa Indonesia sebelum merdeka dan setelah merdeka berbeda. Perbedaan ini yang membuat turunnya rasa nasionalisme pada generasi muda. Pada masa pra merdeka bangsa Indonesia memiliki kepentingan dan tujuan yang sama yaitu kemerdekaan.
Sedangkan pada masa sekarang, kepentingan tiap individu sudah berbeda. Tetapi perbedaan bukanlah hal yang bisa memisahkan kesatuan bangsa Indonesia. Generasi muda harus di berikan wejangan berupa pemahaman tentang visi dan misi negeri ini. Dengan paham akan visi dan misi negeri Indonesia tidak akan memudarkan paham nasionalisme. Perpecahan antar bangsa juga tidak akan terjadi.
Dan bangsa Indonesia juga harus ingat bahwasanya Indonesia lahir karena banyak etis dari berbagai macam kelompok. Diharapan dengan banyak perbedaan di Indonesia, akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan saling menjaga satu sama lain.
Bagi generasi muda dapat menerapkan beberapa hal untuk meningkatkan semangat nasionalisme. Mencintai poduk dalam negeri, bangga atas budaya lokal, mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan, dan mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan segudang prestasi tingkat nasional maupun internasional.
Mengutip dari salah satu website, nasionalisme sudah muncul sejak tahun 1908 bertepatan dengan lahirnya Budi Utomo. Kemudian banyak organisasi yang lahir dengan tujuan menyemarakkan semangat nasionalisme pada jiwa pemuda bangsa. Pada tahun 1928 juga ada sumpah pemuda dimana pada hari itu berisikan tentang semangat nilai nasionalisme.
Kemajuan globalisasi juga memiliki dampak yang besar terhadap penurunan sikap nasionalisme pada bangsa muda. Banyak sekali faktor dari luar yang merubah gaya hidup bangsa. Salah satunya adalah makanan. Makanan seperti burger, pizza, dan spagetti lebih diminati daripada nasi pecel, gudeg, dan soto. Hal seperti ini juga termasuk penjajahan terhadap bangsa hanya saja caranya berbeda.
Rasa cinta tanah air semakin hari semakin menurun. Bagaimana mungkin negeri ini akan maju dan bersaing dengan negara lainnya jika rasa cinta tanah air saja tidak tertanam pada diri penerus bangsa. Rasa cinta taah air merupakan rasa bangga terhadap negara tempat tinggalnya. Perasaan bangga terhadap kebudayaan, sejarah, dan segala macam tradisi yang ada pada negaranya.
Problematika dari cinta tanah air juga masih sering terjadi di Indonesia. Perbedaan suku, agama, ras dan budaya masih sering diperdebatkan. Konflik karena hal seperti itu juga masih sering dilakukan oleh beberapa oknum. Bangsa Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tungga Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan tersebut merupakan alat untuk mempersatu bangsa.
Dengan adanya semboyan tersebut, diharapkan tidak ada perpecahan antar bangsa Indonesia. Pada dasarnya kita semua sama-sama bangsa Indonesia. Dengan banyak uraian diatas, sebagai salah satu generasi muda penerus bangsa bersama-sama meyemarakkan kembali nilai nasionalisme. Banyak contoh dan cara untuk mengimplementasikan rasa nasionalisme.
Dengan berbagai macam pemaparan terkait paham nasionalisme di atas. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus memulai untuk menghidupkan kembali sikap nasionalisme. Kita bersama-sama memulai dari diri kita dan mengajak orang terdekat kita. Dengan langkah awal itu bakal menjadi awal yang baik buat kehidupan bangsa kedepannya.
Penulis: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.















