oleh

Masuknya TKA China di Sultra, Mahasiswa Minta Ali Mazi dan ARS Konsisten

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Konsorsium Mahasiswa Buton Utara dan Pemantau Investasi meminta agar Ali Mazi dan Abdul Rahman Saleh (ARS) harus konsisten pada pernyataan awal untuk menolak masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Konsorsium Mahasiswa Buton Utara dan Pemantau Investasi pun kemudian menyebut Ali Mazi dan ARS jangan-jangan sudah masuk angin atas isu 500 TKA asal China yang masuk di Sultra. Sesuai dengan press release yang diterima media ini pada Rabu (8/7/2020), pernyataan tersebut disampaikan oleh Asjun dalam orasinya di depan kantor DPRD Sultra, Kota Kendari pada Selasa (7/7/2020), kemarin.

Baca Juga :  Rutinitas Sajuk di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Himbau dan Ajak Warga Patuhi Prokes

“Jangan-jangan Ali Mazi dan ARS sudah masuk angin, sehingga 500 TKA diterima di bumi Anoa,” ujar Asjun.

Pernyataan itu didasari oleh pernyataan Gubernur dan Ketua DPRD Sultra di beberapa media yang saling kontradiksi. Diawal mereka menolak tetapi akhirnya menerima.

“Ada hal tidak beres disini, dua elit politik Sultra ini awalnya menolak, sekarang malah mereka melancarkan,” imbuhnya

“Berbagai organisasi telah melakukan protes ke jalan, namun tidak ada titik terang pembenaran masuknya TKA itu,” sambungnya.

Baca Juga :  Sasar Komunitas Sepeda Lipat, Sat Lantas Polres Gowa Edukasi 4M Tangkal Covid-19

Pihak pendemo pun meminta DPRD Sultra untuk terbuka terkait semua bukti-bukti pengawasan yang berdasarkan regulasi.

“Kami meminta DPRD sultra menunjukkan semua dokumen, bukti-bukti hasil pengawasan dan pemeriksaan terhadap para TKA tersebut,” tutur Asjun.

“Jika tidak, maka akan sangat besar lagi kemungkinan tentang bagi-bagi dan peran dalam polemik TKA ini oleh eksekutif maupun legislatif,” tambahnya mengakhiri. (Red)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :