KOTA BIMA- MAN 1 Kota Bima mengeluhkan sejumlah fasilitas sarana dan pra sarana sekolah. Yang terdiri dari perlengkapan perpustakaan, peralatan Laboratorium bahkan kekurangan ruang kelas untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Padahal jumlah siswa yang ada disekolah setempat seharusnya masih membutuhkan sekitar empat ruang kelas untuk KBM.
Hal itu diakui Kepala MAN 1 Kota Bima, Drs. Syahrudin H. Arsad, saat dikonfirmasi, Selasa (29/9).
“Karena keterbatasan itu, kami terpaksa gunakan ruang Laboratorium untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),” jelas Syahrudin H Arsad.
Termasuk yang tak kalah penting dikeluhkan pria asal Gili Panda ini, beberapa ruang kelas yang ada terbilang gedung tua,
yang seharusnya direhap untuk dilakukan renofasi.
“Sisi gedung yang ada, indah jika dipandang, sebenarnya kumuh. Tapi kami tetap dipelihara, guna memberikan pelayanan yang baik terhadap siswa,” sebutnya.
Sejumlah kekurangan tersebut, jebolan UIN Alauddin Makassar ini mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima bahkan pusat. Namun hingga kini belum juga menuai hasil.
“Semoga kedepan pihak Kemenag mau perhatikan ketersediaan sarana sekolah di sini,” harapnya.
Sementara itu, disinggung mau diarahkan kemana, anggaran Dana Bantuan Sekolah (BOS) untuk tahun ajaran 2021. Sebagian dana kata dia akan diarahkan untuk pembelian seragam batik dan baju olahraga siswa.
Agar orang tua wali murid tidak merasa dibebankan dengan pengadaan seragam tersebut.
“Pokonya yang berkaitan dengan sarana dan prasarana sekolah kami akomodir semua berdasarkan anggaran yang ada,” tandasnya.
















