Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Headline

Mahasiswa KKN USN Kolaka Sulap Limbah Kulit Jambu Mete Jadi Briket Bernilai Ekonomi

×

Mahasiswa KKN USN Kolaka Sulap Limbah Kulit Jambu Mete Jadi Briket Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa.

Faktual.Net Buteng — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka angkatan XIV melaksanakan sosialisasi program kerja di Desa Mone, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Senin, (03/06/2026).

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah kulit jambu mete menjadi briket bioarang sebagai bahan bakar alternatif yang berpotensi memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

Mahasiswa KKN USN Kolaka di Desa Mone, Ayu Lestari, menjelaskan bahwa jambu mete merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan oleh masyarakat. Namun, dalam proses pengolahannya, kulit jambu mete masih kerap menjadi limbah dan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Pemanfaatan ini dilakukan karena limbah kulit jambu mete belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut berpotensi untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, yaitu briket bioarang sebagai bahan bakar alternatif,” ujar Ayu.

Suasana proses pembuatan Limbah Kulit Jambu Mete Jadi Briket di Desa Mone Buteng.

Menurutnya, briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari bahan yang mengandung karbon, kemudian dipadatkan sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi.

Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN ingin memperkenalkan kulit jambu mete sebagai bahan baku alternatif pembuatan briket sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah yang lebih produktif.

Diolah Melalui Beberapa Tahapan

Dalam proses pembuatannya, limbah kulit jambu mete terlebih dahulu dikeringkan. Selanjutnya, bahan tersebut melalui proses karbonisasi atau pengarangan hingga berubah menjadi arang.

Baca Juga :  Antrean BBM Mengular, Ombudsman Sultra Meminta Pertamina dan SPBU Lakukan Langkah Konkret dan Terukur

Arang kemudian dihaluskan dan dicampurkan dengan bahan perekat. Campuran tersebut selanjutnya dicetak sesuai bentuk yang diinginkan dan dikeringkan hingga menghasilkan briket yang siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk yang memiliki nilai jual.

Dorong Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan

Pemanfaatan kulit jambu mete menjadi briket memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah, kegiatan tersebut juga dapat mendorong kreativitas masyarakat untuk menghasilkan produk yang lebih bernilai.

Dari sisi lingkungan, pengolahan limbah kulit jambu mete dapat membantu mengurangi penumpukan limbah sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

Pemanfaatan limbah menjadi bahan bakar alternatif juga menjadi salah satu langkah untuk mendukung penggunaan energi yang lebih berkelanjutan serta mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN USN Kolaka berharap masyarakat Desa Mone tidak hanya melihat kulit jambu mete sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan memiliki potensi ekonomi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya mahasiswa dalam mendorong masyarakat untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal, sehingga limbah yang selama ini kurang bernilai dapat diubah menjadi produk yang lebih berguna.

Sumber: Butenghitsz

Tanggapi Berita Ini