Larang Mahasiswi Gunakan Cadar, Rektor IAIN Kendari, Faizah Binti Awad Diduga Sengaja Melanggar Pasal 29 UUD 1945 Amandemen IV

1557

Faktual.Net, Kendari. Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa IAIN Kendari melakukan aksi unjukrasa di depan gedung Rektorat IAIN. Hal tersebut dilakukan mahasiswa terkait kebijakan sepihak Rektor IAIN Kendari Faizah binti Awad yang melarang mahasiswi menggunakan cadar. Kebijakan yang dianggap telah melanggar kebebasan individu dalam menjalankan syariat agamanya tersebut tertuang dalam pedoman umum tentang kode etik dan tata tertib, regulasi lembaga dan kegiatan kemahasiswaan IAIN Kendari tahun 2019, pasal 14 poin 10 tentang menutup wajah bagi mahasiswa.

Aliansi mahasiswa IAIN Kendari menyatakan menolak keras kebijakan tersebut. Aksi unjuk rasa yang dilakukan pada Rabu, 4/9/2019 ini merupakan aksi yang kesekian kalinya. Faizah binti Awad seorang rektor perempuan diduga dengan sengaja telah melanggar pasal 29 UUD 1945 amamdemen ke 4 yang mengatur tentang kebebasan seseorang dalam menjalankan syariat agamanya. Mahasiswa IAIN Kendari mendesak Faizah untuk mencabut kembali aturan yang dikeluarkan tentang larangan memakai cadar.

Selain itu mahasiswa juga menuntut dan mendesak Faizah untuk mencabut kembali aturan yang dikeluarkan tentang kode etik dan tata tertib lembaga kemahasiswaan dan kegiatan kemahasiswaan IAIN Kendari sebab aturan tersebut dibuat dengan tidak melibatkan lembaga kemahasiswaan di IAIN Kendari.

Baca Juga :  Belajar Melantai, Kadis: Saya Minta maaf, Semua Segera Terlayani
Rektor IAIN Kendari DR. Faizah Binti Awad

Saat dimintai keterangan menggunakan video call oleh media, Rektor IAIN Kendari, Faizah binti Awad menolak untuk memberikan keterangan terkait aturan pelarangan menggunakan cadar.

“Sudah-sudah”, ujar Faizah binti Awad dalam video call nya.

Kepada media, Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa IAIN Kendari mengatakan bahwa tuntutannya kepada Rektor adalah mencabut kembali aturan yang dibuat secara sepihak itu.

“Kami meminta kepada Rektor IAIN Kendari alangkah baiknya temui kami karena kami ingin peraturan-peraturan yang ada didalam kode etik IAIN Kendari ini dicabut, sebab dia (Rektor) tidak mengundang Senator mahasiswa maupun Dewan Eksekutif Mahasiswa dalam merumuskan aturan yang penerapannya untuk mahasiswa. Jadi saya meminta kepada Rektor IAIN Kendari untuk segera mencabut aturan sepihak tersebut dan temui mahasiswa”, tutur Fahrurizal selaku korlap dalam aksi tersebut yang juga anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa IAIN Kendari.

Beberapa pihak sangat menyayangkan sikap yang sangat tidak populis dari seorang Faizah. Rektor perempuan yang memimpin sebuah kampus Islam tersebut harusnya mendukung mahasiswi dalam menjalankan syariat agamanya, bukan malah melarang.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Penetapan Pimpinan Tetap DPRD Kota Kendari 2019/2024 Digelar, Putra Ridwan Jabat Wakil Ketua

Aktivis-aktivis dakwah Kota Kendari berpandangan bahwa kebijakan Faizah selaku rektor sangat dangkal, harusnya yang dilarang itu “Jilbobs (baca : memakai atasan jilbab, bajunya ketat, celananya ketat sehingga lekuk-lekuk tubuh tetap terbentuk) dan U Can See”, ini malah bercadar dilarang.

Berikut Bunyi Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945 Amandemen Ke 4 dan Penjelasannya :

Ayat 2
Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Penjelasan Pasal 29 Ayat 2
Pasal 29 ayat 2 menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan bebas untuk memeluk agama dan kepercayaan yang ia yakini dan negara menjamin akan kemerdekaannya. Negara tidak akan melarang setiap warganya untuk beribadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing. Setiap warga negara juga harus saling toleransi terhadap perbedaan pada setiap agama dan kepercayaan yang berbeda dengan keyakinannya.

Reporter : Marwan

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :