Faktual.Net, Sinjai, Sul-Sel – Pekerjaan peningkatan jalan ruas Saotanre -Bontokatute di paket 7 PT. Putra Kantisang satker PUPR Sinjai, Ta.2020 telah lama selesai,
Hingga saat ini pekerja minornya belum diselesaikan upah kerjanya, sehingga membuat menjerit dan minta keadilan. sabtu (12/06/2021).
Sekedar diketahui sebagai pekerja minor, Andi dan kawan-kawan saat ditemui, oleh awak media mengatakan bahwa sampai saat ini upah belum terbayarkan.
Hal tersebut, Andi menuturkan diwaktu itu dirinya suruh oleh pihak kontraktor agar pekerjaannya selesai.
“Waktu itu kami disuruh kerja keras oleh pihak kontraktor atau pelaksana lapangan agar segera menyelesaikan pekerjaan ini, dikarenakan masa tenggang waktu sudah dekat pada waktu itu” ungkap Andi
Dengan besar harapan Andi dkk bekerja dengan pres tenaga tanpa kenal waktu.
“Kami pun bersama teman-teman pres tenaga kami dan bekerja sekuat tenaga dan rapih.” tuturnya
Hal tersebut pekerjaan telah selesai namun belum terbayarkan sejak bulan Agustus 2020 hingga sekaran sudah masuk bulan juni 2021.
“Kami dijanji akan segera dibayarkan upah kami kalau sudah selesai, namun sampai saat ini tidak ada buktinya dan ini sudah masuk 8 bulan lebih” ucap Andi
Dengan harapan tersebut sebagai pekerja untuk menghidupi keluarganya.
“Kami tidak butuh janji tapi kami butuh hak kami buat makan dan menghidupi keluarga kami Pak” katanya.
Hal tersebut sangat menyayangkan pihak kontraktor karena dihubungi malah putuskan komunikasi.
“Jengkelnya lagi saya pribadi sering telepon pihak kontraktor dan pelaksananya melalui Ari namun mereka enggang angkat teleponnya, dan sering menghindar jika ketemu, Ada Apa dan Kenapa ini bisa terjadi.” ungkapnya.
Dipertegas jika tidak terbayarkan maka talud/drainase yang dipasangnya akan dibongkar.
“Yang jelas jika bulan ini (re.juni 2021) kami tidak dibayarkan maka jangan salahkan kami jika kami membongkar pasangan talud yang telah kami kerjakan itu dan akan kami jual untuk beli beras buat menghidupi keluarga kami” tegasnya.
Dia berharap bukan janji tapi realisasi pembayaran.
“Ingat kalian tidak usah bekerja jadi kontraktor kalo tidak punya modal, dari pada janji-janji terus atau PHP kami (Pemberi Harapan Palsu) ingat itu bapak kontraktor yang terhormat.” kesalnya.
Berita ini di terbitkan belum berhasil dikonfirmasi.
Editor: Dzul















