Faktual.net, Banten – Kontingen Anggar Provinsi Jawa Barat memperoleh 11 medali dalam Babak Kualifikasi PON XXI yang diselenggarakan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Gondrong yang beralamat di Jembatan Kura-kura GLC, Jl. Sawah Dalam, RT 005 RW 001, Gondrong, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, yang diselenggarakan tanggal 1 – 6 September 2023.
Dengan demikian Jawa Barat memastikan siap berlaga di PON XXI yang sedianya akan diselenggarakan di Banda Aceh dan Sumatera Utara pada bulan September 2024.
Kontingen Anggar Jawa Barat didampingi official Asyanti Rozana Thalib, dengan Pelatih Floret yaitu Cristin Timisela dan Yosep sementara pada Pelatih Degen yaitu Ferdian Triagi dan Dastam serta Sabre yaitu Teten Aliguna dan Gken Benjamin.
Dastam salah satu pelatih Kontingen Anggar Jawa Barat ketika diwawancarai menyampaikan harapan Kontingen Anggar Jawa Barat, “Mudah-mudahan pada PON Tahun 2024 Kontingen Anggar Jawa Barat lebih baik lagi dari hasil Babak Kualifikasi dan pada PON XXI Jawa Barat akan membuat hetrick juara,” ujarnya penuh harapan.
Tambahnya lagi, “Tentu dengan disiplin dan kepatuhan terhadap pelatih para atlit dapat meraih prestasi,” ujarnya.
Adapun perolehan 11 Medali Kontingen Anggar Jawa Barat adalah sebagai berikut:
EMAS
1. Adi Selamat Floret pa (emas) individu.
2. Alleyeda Odeth Floret Pi (emas) individu.
3. Gea Kethirine
4. Rere
5. Nasya
6. Agna
Emas Epe’e Team
PERAK
6. lleyda odetha
7. Sakkila labiba
8. Dita puspadewi
9. Dewi Supriyati
Floret Putri tiim.
Adi selamat
10. Iksan Solihin
11. Bagus
12. Vieri Timisela
Floret Putra tim
13. Pradini
14. Rindi
15. Ayu
16. Sherina
Sabre Putri tim
PERUNGGU
17. Ikbal J
18. Marvin
19.Andre
20.Tivra MS
Sabre pa team
21. Ardi Epe Putra individual
22. Ayu Sabre Putri individual
23. Vieri Timisela Floret Putra individual
24. Khetrine Gea Epe’e individual
Dari 24 atlit anggar yang dikirim hanya 3 atlit yang tidak mendapatkan medali, namun mereka juga adalah petarung-petarung Anggar Kontingen Jawa Barat harapan masa depan., mereka adalah:
Yuandre, M. Dwi Wahyu, Raffel dalam nomor senjata Epe’.
Reporter: Johan Sopaheluwakan















