faktual.net, Kendari, Sultra. Kolaborasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Disperindag Sultra) bersama kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam Kendari (STIE 66) Kendari adakan Tolaki Coffee Kompetition dengan mengambil tema dari “Tanah Sultra Menuju Pasar Nusantara”. Acara tersebut akan terselenggara selama 2 hari, dimulai dari tanggal 22 Agustus 2025 sampai tanggal 23 Agustus 2025.
Acara yang terselenggara pada hari Jumat dan Sabtu dipelataran kampus dengan motto “Lebih Dari Yang Lain”, menghadirkan juri lokal dan nasional. 2 orang juri lokal adalah Miko Dermala yang merupakan Head Roaster Golla Coffe dan Zulham Dwi Saputra yang merupakan Owner dan Head Roaster Tree Coffee sedangkan juri nasional adalah Fakhri Murad yang merupakan juara 1 IBR 2019 sekaligus peringkat 22 dunia IBR 2019.
Dr. Muhammad Nur, SE.,M.Si selaku wakil Ketua 1 kampus STIE dalam sambutannya mengatakan bahwa STIE 66 Kendari merupakan kampus yang menjadi pusat pengembangan UMKM di Sultra, terkhusus UMKM dibidang kuliner. Dosen – dosen STIE 66 Kendari banyak yang beraktivitas sebagai pembina UMKM salah satunya Dr. Abdul Hakim, SE.,M.Si yang merupakan ketua Forum UMKM/IKM Sultra.
Dosen yang konsen mengajar pada bidang keuangan tersebut mengapresiasi kegiatan Tolaki Coffee Kompetition yang berlangsung di STIE 66 Kendari, dia menyebut bahwa kegiatan tersebut bernuansa akademis dan praktis, dan berharap agar dimasa akan datang Tolaki Coffee bukan hanya terkenal di Sultra tetapi di nasional bahkan internasional.
Sebagai akademisi yang berkolaborasi dengan praktisi maka tugas dari STIE 66 Kendari, Disperindag Sultra dan para pegiat UMKM adalah memperkenalkan produk – produk kopi yang ada di Sultra kedunia nasional dan internasional agar bisa bersaing. Sehingga produk kopi bisa memberikan gambaran umum ke masyarakat luar Sultra bahwa Sultra bukan hanya daerah pengembang tambang tetapi juga pengembangan UMKM.

Ditempat yang sama Kadis Perindag Sultra, Dr. Rony Yakob. L, M.Si yang didaulat membuka kegiatan mengatakan Kopi merupakan instrumen yang bukan hanya berkelas lokal tapi berkelas internasional. Kopi bisa membuka sekat – sekat bahkan sebuah masalah bisa terselesaikan lewat segelas kopi.
Kenapa kegiatan Tolaki Coffee Kompetition terselenggara di kampus STIE 66 Kendari sebab ada misi dari pemerintah Sultra untuk menjadi Kopi Sultra sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan bersaing dengan coklat. Dikampus ini banyak akademisi yang bergerak didunia usaha, ada pakar pemasaran tentu saran – saran akademis akan sangat bermanfaat dan kita butuhkan untuk mengangkat Kopi Sultra ke kancah nasional dan internasional.
Harapan terbesar, agar kompetisi yang berlangsung selama 2 hari bisa mengangkat dan melambungkan produk – produk kopi Sultra ke kancah internasional. Menutup sambutannya, Kadis Perindag Sultra mengucap terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, civitas akademi STIE 66 Kendari, Disperindag Sultra, peserta lomba, dewan juri.
Pantauan faktual.net, kegiatan tersebut diramaikan dengan berbagai acara ada live music, brewing kompetition, talk show, dan bazar kopi dan UMKM.
Reporter : Aco RI
















