Kohati PB HMI Wajib Melek Atas Isu Kekinian Keperempuanan

67

Faktual.Net, Jakarta. Korps HMI Wati (Kohati) lahir 19 tahun setelah lahirnya (Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang diharapkan Kohati mampu membawa nama HMI sampai kepada wilayah-wilayah perempuan yang kurang dapat disentuh oleh laki-laki (HMI-Wan). 

Namun dalam realita yang ada, Kohati itu sendiri sekarang hanya mampu mempertebal lipstiknya tanpa bisa membuat gerakan-gerakan yang konkret dalam menghadapi isu dan dinamika keperempuanan yang ada saat ini.

Apalagi sekarang sedang hangat-hangatnya berita tentang ‘kasus amoral yang dilakukan oleh Ketua Umum PB HMI’. Ciee, pasti langsung pada baperkan, kalau di tulisan aku ada ketum PB nya. 

Pasti kalian langsung bertanya kenapa terus saja mengkritisi seorang ketua umum PB HMI ? itu urusan pribadi beliau. Yah betul, karena beliau simbol organisasi maka dari itu saya kritisi karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan, dan aku tak ingin diam.

Baca Juga :  Perilaku Seks Bebas, Hancurkan Generasi Bangsa Indonesia

Beberapa waktu yang lalu dengan gagah Ketua Umum Kohati PB HMI menyuarakan dengan lantang Stop Kekerasan terhadap perempuan dan seterusnya. Hallo tum Kohati, ga perlu suara lantangmu itu jika tidak di imbangi dengan gerakan-gerakan nyata.

Saya masih ingat pernyataan Ketum Kohati saat di rapat harian Kohati PB, udahlah ga usah bahas negara kalau urus internal saja enggak becus”. Kuy ah para petinggi Kohati PB HMI saatnya bangun. Kita selesaikan semua yang ada. 

Kohati sebagai motor penggerak dari organisasi keperempuanan Cipayung, seharusnya berdiri di garda terdepan dalam mengungkapkan kebenaran terhadap kasus amoral Ketum PB HMI yang melibatkan perempuan-perempuan Cipayung sebagai korbannya.

Baca Juga :  Perilaku Seks Bebas, Hancurkan Generasi Bangsa Indonesia

Malu lah kita kalau Ketum Kohati PB dan petinggi Kohati lainnya berkoar-koar stop kekerasan terhadap perempuan, tapi enggak bersimpati dan berempati terhadap korban-korbannya Ketum PB HMI.

Kalau Kohati PB ga punya nyali untuk melakukan gerakan, minimal bikin press release donk, nyatakan sikap ! Biar kekinian kaya Badko-Badko yang bikin press release.

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan !

Usut Tuntas Kasus Amoral Ketum PB HMI yang melibatkan Aktivis Perempuan !

Oleh: Octy Avriani Negara (Wakil Sekretaris Umum Kohati PB HMI)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :