Oleh: Johan Sopaheluwakan
Faktual.net – Jakarta Barat – DKI Jakarta – Selasa, 23/12/2025 – Natal bukan hanya tentang kemewahan atau tradisi tahunan, melainkan tentang hati yang siap menyambut dan merawat sesama. Hal itu tergambarkan dalam kisah “Tukang Sepatu yang Baik Hati” karya pujangga Amerika Edwin Markham (1852-1940), yang mengajarkan makna sejati dari kelahiran Yesus Kristus.
Kisahnya menceritakan seorang tukang sepatu yang mendapat mimpi bahwa Yesus akan singgah di rumahnya. Pagi harinya, dia langsung menghias rumah dan menantikan kedatangan Sang Tamu Istimewa dengan hati gembira. Selama hari itu, tidak ada tamu istimewa yang datang, namun dia bertemu dengan tiga orang yang membutuhkan bantuan:

– Seorang laki-laki tua yang menumpang mencari kehangatan, yang kemudian diberinya sepasang sepatu baru karena sepatunya robek.
– Seorang wanita tua yang membawa kayu bakar berat dan belum makan selama dua hari, yang dia ajak beristirahat dan beri makanan.
– Seorang anak kecil yang tersesat, yang dia bantu dan antar pulang.
Sore harinya, tukang sepatu merasa sedih karena mengira telah melewatkan kedatangan Yesus. Namun kemudian terdengar suara lembut yang mengatakan bahwa Yesus telah datang tiga kali—sebagai laki-laki tua, wanita tua, dan anak kecil yang dia bantu.
Kisah ini menyadarkan kita bahwa Yesus dapat ditemukan pada orang-orang yang menderita, kesulitan ekonomi, atau kehilangan pengharapan. Seperti yang tertulis dalam Injil Matius 25 ayat 40: “Aku berkata kepadamu sesungguhnya, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
Di saat dunia sibuk merayakan Natal dengan kemewahan, pesan dari kisah ini mengajak kita untuk menjangkau tangan kepada mereka yang membutuhkan. Semoga kita semua dapat merasakan kasih dan damai Natal Kristus, serta selalu diberkati dalam setiap tindakan baik yang kita lakukan.
“Selamat Hari Natal Kristus Tahun 2025, Semoga Sukacita Keselamatan selalu menyertai kita semua dan Selamat Sambut Tahun Baru 2026 Tahun Penuh Pengharapan!”
Penulis adalah Ketua PEWARNA Indonesia Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2025-2030



















