Ketua DPRD Angkat Bicara Soal Pembangunan Mesjid Raya

83

Faktual.Net,Tidore. Menanggapi polemik terkait dengan penolakan Pembangunan Masjid Raya melalui Fraksi PKB sehingga menuai kecaman publik, membuat ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tidore Kepulauan Ahmad Ishak kemudian angkat Bicara.

Dia mengatakan, pembangunan Masjid Raya yang dicanangkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Kota Tidore Kepulauan tetap akan dibangun, hanya saja Pemerintah Daerah perlu mengkaji kembali konsep pembangunan Masjid Raya termasuk tempatnya. Namun pada prinsipnya secara kelembagaan DPRD Menyetujui Rencana pembangunan Mesjid Raya Kota Tidore Kepulauan oleh pemerintah Daerah dengan catatan, tempatnya harus strategis dan Konsepnya harung matang.

“Perlu saya menjelaskan agar tidak terjadi polemik di masarakat bahwa Dalam Dokumen KUA PPAS yang di ajukan Pemda itu ada Alokasi anggaran sebesar 5 milyar yang di peruntukan untuk pembangunan mesjid raya. Dalam pembahasan KUA PPAS mayoritas anggota Banggar menyarankan kepada pemerintah agar tidak tergesa-gesa dalam merencanakan pembangunan masjid raya. Banggar juga menyoroti tentang konsep pembangunan mesjid dan tempat yang di rencanakan untuk membangun mesjid raya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kepala Dinas Pertanian Toli-Toli Hadiri Pelantikan Pengurus UMKM Di Kabupaten Sigi

Sementara apa yang menjadi pandangan Fraksi PKB melalui juru bicara pada saat rapat paripurna, Ahmad mengaku bahwa memang benar Fraksi PKB menolak adanya pembangunan Masjid Raya, dengan alasan bahwa Tidore dikenal sebagai kota 1.000 masjid. Dan pendapat itu harus dihargai, bahkan pendapat Fraksi-Fraksi termasuk PKB pada saat itu juga sudah dijawab oleh walikota dalam forum paripurna dengan agenda jawaban walikota atas pandangan umum fraksi-fraksi.

Baca Juga :  23 Kades Terpilih Resmi Dilantik

“Walikota setelah menyampaikan Nota Keuangan RAPBD, ada ruang yang di sediakan untuk fraksi-fraksi memberikan tanggapan dalam forum paripurna yaitu pandangan umum fraksi-fraksi atas pidato walikota terkait dgn Nota Keuangan dan RAPBD yangg di ajukan. Selanjutnya Nota Keuangan dan RAPBD di bahas oleh Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran pemerintah daerah. Dan dalam pembahasan di sepakati bahwa Khusus untuk pembangunan mesjid raya belum di anggarkan di APBD tahun 2020,” jelasnya.

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :