faktual.net, Konawe, Sultra. SMAN 2 Unaaha adalah salah satu sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Konawe yang berada di jantung Kota Unaaha. Bersama sekolah menengah atas lainnya, SMAN 2 Unaaha terus memaksimalkan diri untuk mencetak generasi unggul Kabupaten Konawe yang bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Saat ini, SMAN 2 Unaaha dipimpin oleh Arifin Ganai, S.Pd sebagai Kepala Sekolah. Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah di SMAN 1 Puriala tersebut dipercaya oleh Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra sebagai Kepsek. Kepada faktual.net, Arifin Ganai mengatakan bahwa dirinya menjabat Kepsek lebih kurang 4 tahun.
Awal memimpin SMAN 2 Unaaha, Arifin Ganai menemukan kalau sekolah tersebut tidak diminati oleh siswa dan orang tua siswa. Hal tersebut sangat beralasan sebab siswa SMAN 2 Unaaha terkenal dengan kasus narkoba, pergaulan bebas dan banyak lagi kenakalan remaja lainnya.
“Awal saya ditugaskan disini, siswanya hanya sekitar 200 an orang, sedikit pak, sebab jarang orang tua mau menyekolahkan anaknya disini, mereka takut dengan stigma narkoba yang melekat pada siswa-siswa disini”, ucapnya saat mendapat kunjungan dari Komisi IV DPRD Sultra terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

“Selain narkoba, kenakalan remaja, kurangnya prestasi sekolah membuat sekolah ini sepi peminat”, ucapnya lagi dengan menambahkan bahwa semua kekurangan dari SMAN 2 Konawe diawal kepemimpinannya menjadi tantangan tersendiri buat dirinya untuk membawa perubahan bagi sekolah.
Berbekal pengalaman yang telah puluhan tahun didunia pendidikan membuat Arifin Ganai membawa perubahan yang Signifikan bagi SMAN 2 Unaaha. Langkah pertama yang dilakukannya adalah membuat pagar keliling yang kokoh bagi sekolah sehingga terpisah antara lingkungan sekolah dan lingkungan luar sekolah yang mayoritas kos-kosan sehingga perlahan aktivitas narkoba tidak terkontaminasi masuk ke sekolah.
“Untuk mengurangi kenakalan remaja pak, saya bermitra dengan pihak Polsek Unaaha untuk melakukan pengawasan langsung terhadap siswa/i saya. Saya MoU dengan Polsek bahwa siapapun anak SMAN 2 Unaaha yang berkeliaran pada saat jam belajar diluar sekolah maka ditangkap saja. Dan itu terjadi, beberapa kali ada siswa yang ditangkap karena berkeliaran. Ini harus kami lakukan guna perbaikan kualitas siswa”, tambahnya.
“Bagi saya, pengawasan siswa/i bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi tanggung jawab semua stake holder”, tambahnya lagi pada Rabu, 3 Juli 2024 diruang kerjanya.
Untuk meminimalisir pengaruh narkoba dan pergaulan bebas, Arifin Ganai yang merupakan Kepala Sekolah penggerak memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler disekolahnya mulai dari olahraga Taekwondo, didatangkan pelatih selain guru penjaskes, senitari bagi peminat seni, kemudian penambahan sekurity sekolah untuk keamanan siswa, semua dilakukannya demi peningkatan kualitas sekolah.
Lebih kurang 4 tahun memimpin SMAN 2 Unaaha, Arifin Ganai cukup bangga karena sekolahnya telah berprestasi, beberapa piala ditunjukkan kepada media. “Anak-anak telah mengukir banyak prestasi mulai dari olimpiade sains, paskibra, dia menyebut pada perayaan 17 Agustus 2023, pembawa baki bendera saat upacara di Kantor Gubernur Sultra adalah siswi dari SMAN 2 Kendari.
Arifin Ganai yang saat ini sedang melanjutkan studi di program Pasca Sarjana STIE 66 Kendari mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah bentuk pengabdiannya kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dirinya sudah cukup bangga karena jumlah siswanya saat ini telah mencapai 500 an, dirinya belum bisa menerima lebih banyak sebab kuota dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra masih terbatas, selain itu keberadaan ruang belajar yang juga masih terbatas.
Reporter : Aco RI













