faktual.net, Wakatobi, Sultra. Tim Pengabdi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) bersama para pemangku kepentingan di Kecamatan Togo Binongko, Kabupaten Wakatobi, menggelar Lokakarya Forum Pemangku Kepentingan untuk membahas pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan pada Rabu, (21/10/2026) di Aula Kantor Kecamatan Togo Binongko.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat “KOMPAK SETARA: Komunitas Bergerak Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan”, yang dilaksanakan melalui Hibah Penugasan Pengabdian Masyarakat dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia tahun 2026.

Tim pengabdi FISIP UI diketuai oleh Reni Kartikawati, M.Krim, bersama Dr. Diana Teresa Pakasi, M.Si. Lokakarya ini mempertemukan unsur pemerintah daerah dan kecamatan, kepala desa dan lurah, perwakilan sekolah dan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, aparat keamanan dan penegak hukum, KUA, kader perempuan, Forum Anak, serta lembaga masyarakat sipil. Pelibatan berbagai pihak tersebut ditujukan untuk memperkuat koordinasi dan jejaring dalam upaya pencegahan serta penanganan kekerasan.
Modul yang disiapkan tim membahas empat pokok materi: hak-hak anak berdasarkan Konvensi Hak Anak, kerentanan anak perempuan, kekerasan berbasis gender dan layanan responsif gender, serta alur dan tata laksana layanan dan rujukan bagi korban. Materi menekankan prinsip non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak anak untuk hidup dan berkembang, serta penghargaan terhadap pendapat anak. Modul juga menggarisbawahi pentingnya layanan yang aman, rahasia, tidak menghakimi, mudah diakses, dan berpusat pada kebutuhan serta keputusan korban.
Dalam sambutan Bupati Wakatobi yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Wakatobi, Arifin, S.Pd., M.M., pemerintah daerah menyatakan keterbukaannya untuk memperkuat kerja sama dengan para pemangku kepentingan.
Sambutan tersebut menekankan bahwa pencegahan perlu dimulai sebelum kekerasan terjadi, antara lain dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, membangun komunikasi yang baik di keluarga, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, serta mendorong desa yang peduli terhadap perempuan dan anak.
“Pelatihan boleh selesai, tetapi gerakannya jangan berhenti,” demikian pesan dalam sambutan Bupati. Pemerintah Kabupaten Wakatobi berharap pengetahuan dari kegiatan ini diteruskan menjadi komitmen, koordinasi, jejaring, dan langkah nyata di Kecamatan Togo Binongko, kemudian diperkuat di seluruh wilayah Kabupaten Wakatobi. Sambutan itu juga menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu dinas.

Tentang KOMPAK SETARA
KOMPAK SETARA merupakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat Tim FISIP UI yang berfokus pada penguatan peran komunitas dan pemangku kepentingan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kecamatan Togo Binongko, Kabupaten Wakatobi. Program ini dilaksanakan melalui Hibah Penugasan Pengabdian Masyarakat dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia. (red)









