faktual.net, Wakatobi, Sultra. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wakatobi, H. Rahman Ngkaali, S.Ag., M.Pd., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDKS) bagi pengurus OSIS dan MPK MAN 2 Wakatobi, pada Rabu (24/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Wakatobi, Togo Binongko, ini diikuti oleh perwakilan siswa dari kelas 10, 11, dan 12.
Kehadiran Kapala Kankemenag di Pulau Binongko, yang merupakan pulau terluar di gugusan Kepulauan Wakatobi, memiliki makna strategis. Hal ini menunjukkan perhatian dan komitmen pemerataan pembangunan karakter, tidak hanya di pusat kabupaten tetapi hingga ke wilayah perbatasan.
Dalam sambutannya, Rahman Ngkaali menekankan bahwa pilihan belajar di madrasah adalah sebuah hidayah yang luar biasa. Ia mendorong siswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
“Di samping bidang studi umum, di sini kalian belajar bidang studi tambahan yang memperkaya karakter. Ajaklah adik-adik untuk masuk ke madrasah. Jika ingin berhasil, ajak juga tetangga. Ternyata, Madrasah Aliyah memang berbeda dengan sekolah menengah umum lainnya,” pesan Ngkaali.
Ia juga menegaskan komitmen Kemenag dalam mendukung pembentukan karakter kepemimpinan siswa. “Kita hadir di sini sebagai bukti bahwa Kemenag mendukung kegiatan ini sebagai bentuk membentuk mental dan karakter siswa-siswa. Nilai-nilai kepemimpinan harus dimiliki, jangan menjadi pemimpin yang tidak adil,” tegasnya.

Sebagai fondasi utama, Ngkaali mengajak seluruh peserta untuk meneladani empat sifat kepemimpinan Rasulullah SAW, yaitu Shiddiq (jujur), Amanah (bertanggung jawab), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas dan bijaksana). Keempat sifat ini, menurutnya, adalah kunci integritas seorang pemimpin.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Wakatobi, Jamidun, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran langsung Kepala Kandenag untuk memantau proses pembentukan kepemimpinan siswa melalui LDKS.
“Kami berterima kasih atas kedatangan Kepala Kantor Kemenag untuk melihat langsung proses adik-adik dalam membentuk kepemimpinan melalui LDKS ini,” ujar Jamidun.
Ia juga menambahkan bahwa madrasah yang dipimpinnya sedang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan akuntabel. “Kami sementara menciptakan wilayah bebas korupsi di lingkungan madrasah,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ebiruddin, Kepala Madrasah 1 Wakatobi. Acara LDKS ini diharapkan dapat mencetak calon pemimpin yang tidak hanya terampil tetapi juga berkarakter kuat dan berintegritas tinggi. (red)
















