Faktual.Net, Konsel, Sultra. Pemerintah Kelurahan Palangga mengusulkan 143 Kepala Keluarga (KK) untuk terima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Mereka yang diusulkan masuk dalam kategori warga miskin, petani, pedagang, serta profesi lainnya yang mengalami penurunan penghasilan.
Demikian dikatakan Lurah Palangga Ahmad Ruanto Polingay S.Si saat ditemui di kantornya, Rabu, 22/4/2020.
“Warga yang terdampak Covid-19 dan tergolong warga kurang mampu tercatat ada 143 KK dan kami sudah usulkan di pemerintah kecamatan Palangga sebagai calon penerima BLT. Saat ini kita masi menunggu hasil verifikasi di kecamatan sapatau ada perbaikan apakah ada penambahan atau pengurangan,” jelasnya.
Dia menjelaskan warga yang diusulkan sebagai penerima BLT merupakan warga terdampak virus corona dengan mengalami penurunan pendapatan dan warga yang kehilangan mata pencaharian ditengah pandemi Covid-19.
“Calon penerima BLT kami pastikan sesuai petunjuk pemerintah pusat. Sebab pendataan dilakukan oleh pemerintah kelurahan bersama Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, kepala lingkungan bersama-sama melakukan pendataan di lapangan dan mengecek secara langsung untuk memastikan warga yang layak dan tidak,” katanya.
Dia menerangkan bahwa warga yang diusulkan tersebut merupakan masyarakat yang tidak terdaftar dalam penerima bantuan sosial manapun baik program keluarga harapan (PKH) maupun bantuan pangan non tunai (BPNT).
“Kami pastikan tidak ada warga yang dapat bantuan dobel. Kita sudah cek, mereka warga yang terdampak dan tidak masuk dalam bantuan sosial manapun,” katanya.
Untuk itu, lurah palangga berharap agar warga miskin baru yang terdata sebagai calon penerima BLT dapat terakomodir dengan mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten. Sebab, dana rutin Kelurahan tidak cukup untuk memberikan BLT selama tiga bulan.
“Hasil seping dana rutin kelurahan palangga saat ini hanya Rp 52 Juta. Sementara jika melihat data penerima BLT 143 KK, jadi kalau dihitung-hitung paling satu bulan saja itupun tidak cukup,” terangnya.
Reporter: Marwan Toasa














