Example floating
Example floating
DaerahPertanian

Kelompok Tani Boritallasa, Gowa Tuntaskan Pembangunan Embung Sebelum Batas Waktunya

×

Kelompok Tani Boritallasa, Gowa Tuntaskan Pembangunan Embung Sebelum Batas Waktunya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Gowa, Sulsel. Pembangunan embung di dusun Boritallasa, desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa telah selesai di kerjakan. Proyek swakelola tersebut selesai dikerjakan sebelum batas akhir waktu pengerjaan berakhir. Dengan kata lain, kelompok tani yang mengerjakan proyek tersebut, telah menyelesaikannya dengan baik tanpa keterlambatan.

Pembangunan embung berasal dari dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2018 pemerintah kabupaten Gowa. Dana tersebut diberikan kepada kelompok tani Boritallasa dalam bentuk bantuan pembuatan embung melalui dinas tanaman pangan dan hortikultura kabupaten Gowa.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Saat ditemui di lokasi embung pada Kamis, 13/12/2018, Ismail ketua kelompok tani Boritallasa mengatakan bahwa embung tersebut untuk kelompok tani Boritallasa dan selesai sebelum target yang telah ditentukan, adapun dananya bersumber dari DAK dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten Gowa.

Embung Desa Rappolemba, Gowa

“Dari dana yang dihibahkan oleh dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Alhamdulillah tersalur sesuai peruntukan, pembangunan embung tersebut diharapkan menjadi percontohan fisik embung, utamanya di kabupaten Gowa”, ucap Ismail.

Baca Juga :  Gowa Memanas! DPRD Bongkar Dugaan Pelanggaran Etika Kepala Daerah, Polemik Beasiswa dan Seragam Gratis Diseret ke RDP Panas

“Diharapkan embung tersebut dapat bermanfaat untuk petani utamanya dalam musim kemarau dan saya berharap agar teman-teman LSM senantiasa membantu proses pembangunan, bahkan kalau perlu mencarikan solusi agar bisa mendapatkan bantuan pipa”, harap Ismail

Kepada dinas terkait Ismail berharap agar pekerjaan embung kedepannya tetap dengan cara sistem swakelola sehingga anggota kelompok tani dapat diberdayakan dalam pekerjaan tersebut.

Menurutnya jika petani yang mengerjakan pastilah kuat, tidak ada pengurangan dalam hal prosedur pengerjaan embung karena petani tidak mengejar keuntungan petani ingin melihat hasil yang maksimal agar embung tersebut bisa dimanfaatkan sampai anak cucu.

Reporter : Saenal Abidin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *