Faktual.net, Gowa, Sulsel– Warga Kecamatan Tompobulu digemparkan dengan tewasnya (A) alias (P), terduga pelaku kekerasan dan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas berinisial (T), setelah diamuk massa pada Rabu sore. (3/12/2025)
Pencarian terhadap (A) alias (P) telah berlangsung selama beberapa hari, sejak identitasnya diketahui sebagai pelaku tindak kekerasan dan pelecehan seksual. Kondisi korban yang merupakan perempuan disabilitas membuat warga semakin terpukul dan marah, sehingga tekanan terhadap pencarian pelaku terus meningkat.
Pada waktu magrib, tepatnya di hari Selasa beredar di media sosial bahwa pelaku sempat terlihat naik di rumah salah satu warga Desa Rappolemba, namun langsung melarikan diri ketika pemilik rumah mengenalinya. Sejak kejadian itu, warga semakin waspada karena pelaku masih berkeliaran dari kampung ke kampung.
Hingga Rabu sekitar pukul 16.30 WITA, seorang warga melihat pelaku melintas di jalan Tangngaparang, Desa Rappoala. salah seorang warga terlihat pada video Siarang langsung yang beredar mengikuti pelaku, sebelum pelaku sampai di perempatan jalan poros malakaji-sapaya warga sudah mulai melakukan penangkapan. terlihat pelaku tidak melakukan perlawanan akhirnya tertangkap di Dusun Taipakkodong.
Situasi yang sudah memuncak membuat massa menyeret pelaku dari Dusun Taipakkodong hingga perbatasan Desa Rappolemba dengan Kelurahan Cikoro, di mana amukan warga berlangsung secara brutal hingga pelaku meninggal dunia.
Di tengah insiden ini, sebagian warga menilai pihak kepolisian lalai dalam mengawal perkembangan kasus, sehingga pelaku sempat berkeliaran berhari-hari dan akhirnya memicu ledakan emosi masyarakat. Warga menilai bahwa keterlambatan dalam penindakan membuat situasi semakin tak terkendali.
Insiden ini meninggalkan luka sosial dan kemarahan mendalam di masyarakat, terutama karena korban adalah penyandang disabilitas yang seharusnya mendapat perlindungan maksimal.
Reporter Ardi.
Redaksi.
















